Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Peranan Musik Bagi Perkembangan Anak
Dalam membesarkan anak, banyak faktor penting yang mendukung perkembangannya. Pola asuh orang tua merupakan faktor utama. Tetapi, faktor luar juga dapat membantu, salah satunya melalui musik.
Banyak penelitian telah dipublikasikan pada beberapa tahun terakhir ini, menguatkan alasan bahwa pelajaran musik memiliki efek positif terhadap perkembangan otak anak. Maka, akan baik jadinya apabila sejak usia dini, buah hati anda dapat diperkenalkan dengan musik.
Usia yang ideal untuk memulai pelajaran musik antara 3-6 tahun. Usia tersebut merupakan waktu terbaik untuk perkembangan pendengaran. Beranjak ke usia 8-9 tahun, otak kanan dan kiri. Apabila diberikan pendidikan musik sebelum usia 8 tahun, maka dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak.
Musik dipercaya dapat membantu perkembangan mental anak, meningkatkan koordinasi fisik, dan menambah keterampilan berbahasa. Selain itu musik dapat membantu meningkatkan kemampuan matematis dan sosial, melatih daya ingat dan juga kreativitas si buah hati.
Langkah awal untuk mengenalkan musik pada anak dapat berupa mengajak anak untuk mendengarkan musik saat sebelum tidur. Saat tersebut bisa anda pakai dengan memutar kaset atau compact disc (CD) lagu atau musik instrumental yang membuat relaksasi, sembari membaca buku cerita. Kaset untuk anak bisa juga berupa cerita dongeng dilengkapi diiringi bunyi-bunyian dan musik pengiring. Anda pun dapat melatih system motorik si kecil dengan mengajaknya untuk memeragakan cerita yang dibawakan.
Selain melalui pendengaran CD, Anda dapat membawa sang buah hati untuk belajar di tempat kursus musik. Usia dini adalah momen yang baik untuk mengenalkan musik. Kursus musik mempunyai banyak manfaat, mulai dari perkembangan otak hingga mengontrol emosi anak. Manfaat lainnya, meningkatnya kemampuan bersosialisasi diawali dengan interaksi si anak dengan pengajar dan dengan teman-teman di tempat kursus.
Hal lain yang didapat dari bermain musik ialah melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan-gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Alat musik yang direkomendasikan dipakai untuk usia dini adalah piano dan organ. Dentingan kedua alat musik tersebut bisa merangsang otak anak untuk lebih kreatif. Biola dan gitar juga baik untuk dipelajari anak Anda sejak kecil.

Sumber : Ragam "Kompas"
Melatih Daya Ingat Anak
Cara Jitu Latih Daya Ingat Anak
Kemampuan untuk mengingat sangat penting dilatih sejak balita guna mempersiapkan dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak.
Untuk melatih daya ingat anak yang baik, Anda bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian Anda bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.
Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa anda terapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak. Permainan tebak gambar, merupakan bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat karena melalui permainan ini , anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, Anda siapkan gambar berpasangan sesuai dengan tema yang Anda pilih (misalnya piring-gelas, buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.
Permainan mencari perbedaan. Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar yang satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing tempat.
Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng dan buatlah anak tertarik dengan dongeng Anda. Di tengah-tengah cerita, Anda bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah Anda sebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah Anda bacakan. Bila anak tidak mampu, Anda bisa membantunya dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.
Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata positif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa.

Sumber : Fitur Klasika Anak “Kompas”
Anak Tak Perlu Mainan Mahal
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak anak bermain. Tapi menyayangi anak tidak harus dengan membelikannya berbagai mainan yang mahal.
"Tak perlu memberi anak mainan mahal, karena anak tidak mengerti merek, yang suka merek adalah orangtuanya," ujar Roslina Verauli, M.Psi, psikolog anak yang berpraktik di Pondoh Indah, dalam acara Smart Parents Conference di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (1/8/2010).
Psikolog Vera menjelaskan bahwa ada tiga cara terbaik untuk mengajak anak bermain sekaligus menstimulasi agar otak anak berkembang tanpa mainan mahal, yaitu dengan:
Merangsang otak dengan 5 penginderaan yang berguna sebagai modalitas pada anak, yakni visual (penglihatan), auditori (pendengaran), sentuhan, membaui dan mengecap.
Belajar harus melibatkan gerakan
Belajar harus dengan melibatkan emosi
Agar stimulasi dan kegiatan bermain mencapai hasil yang optimal, perlu ada kesesuaian antara ragam aktivitas bermain dengan tahap kemampuan berpikir anak.
Berdasarkan perkembangan usia, psikolog Vera menguraikan sejumlah tahap berpikir pada anak, yaitu:

0-2 tahun
Merupakan tahap sensori motor, yang terdiri dari sejumlah tahap berikut:
1-4 bulan. Tahap Primary Circular Reaction.
Bayi akan melakukan aksi dan reaksi yang melibatkan tubuhnya sendiri. Pada usia ini, orangtua sebenarnya tak perlu membeli mainan bayi yang mahal. Cukup dengan melakukan baby gym, yaitu menggerak-gerakkan kaki dan tangan bayi, yang berguna untuk merangsang motoriknya.
4-8 bulan. Secondary Circular Reaction
Pada usia ini, bayi biasanya melakukan aksi untuk mendapat respons dari orang atau objek, sehingga bayi cenderung akan mengulangi aksi yang sama.Lakukan permainan yang akan merangsang kecerdasan audio visual. Misalnya, dengan menirukan suara bayi, bermain 'cilukba' yang bervariasi, mengajak bayi bubbling (menyebutkan kata yang sama, seperti 'mamama' 'bababa'), dan lainnya.


8-12 bulan. Coordination of Secondary Schemes
Aksi bayi terhadap objek semakin bertujuan. Bayi juga mulai mampu melakukan antisipasi. Ajaklah bayi bermain dengan benda yang sederhan, seperti bola-bola warna warni.
12-18 bulan. Tertiary Circular Reaction
Bayi akan mulai memvariasikan aksinya. Ajak bayi bermain yang beragam, misal menyusun balok, bermain di pasir atau di air. Ini bisa merangsang indera peraba anak.
18-24 bulan. Mental Combinations
Bayi sudah mampu menguasai bahasa dan konsep object permanence.
3-5 tahun
Ini merupakan tahap preoperational. Pada usia ini kemampuan motorik dan bahasa anak berkembang pesat. Kemampuan kognitif berupa fungsi-fungsi simbolis, berkembang melalui 3 cara:
• Meniru kembali, lewat bermain imitatif seperti main masak-masakan, dokter-dokteran dan lainnya.
• Bermain simbolis, yaitu dengan memahami identitas dan fungsi benda.
• Berbahasa
Pada tahap usia ini, anak sudah siap untuk masuk sekolah. Perbanyak mainan dengan bentuk geometris, seperti bola, lingkaran, persegiempat dan segitiga. Bentuk-bentuk geometris adalah dasar anak untuk bisa menulis huruf.Ajarkan juga anak makan, mandi dan pakai baju sendiri. Untuk mengajarkan kemandirian tersebut juga bisa dengan bermain, tentunya dengan mainan yang sederhana.Misalnya dengan menggunakan boneka yang mengenakan baju berkancing, mintalah anak membuka dan memakai kancing baju boneka, memandikannya dan lain-lain.Kegiatan bermain tersebut dapat mengoptimalkan kecerdasan anak melalui stimulasi yang tepat terhadap kelima modalitas sensoris anak dan terhadap perkembangan kognitif.
Sumber : Merry Wahyuningsih - detikHealth