Sabtu, 11 Juni 2011


“Menatap wajah purnama yang bulat sempurna sambil memetik dawai gitar yang mulai lapuk dimakan usia. Akankah dirimu pun sedang menatap bulan yang sama. Bulan yang dulu sering kita pandangi bersama, diantara tawa ceria para penjaja. Duduk bersama Diantara undakan tangga, merajut cerita yang rasanya tak pernah berujung. Tentang mimpi-mimpi yang coba kita raih dalam balutan cinta yang menggelora”


Ditengah malam yang mulai membisu, diselingi denting gitar dari jari-jariku yang mengalirkan segenap kenangan tentang dirimu. Lelaki bodoh ini tak juga percaya dengan takdir yang telah di gariskan Ilahi. “Lima belas tahun sudah lebih dari cukup bung. Sampai kapan kau akan tenggelam dalam kenangan, sementara yang sedang kau kenang pun saat ini mungkin sudah tidak mengingat mu lagi”, begitu bisikan hati yang selalu ku dengar.

Bukan Cuma kenangan buruk itu yang menjadi alasan ketakutanku untuk memulai lagi. Aku sudah lelah untuk memulai kembali. Malas melewati fase-fase hubungan, yang sudah pasti di selingi marah, sedih dan bahagia. Bersikap penuh kepalsuan demi untuk kebahagiaan pasangan. Mencoba tersenyum meskipun pahit, tertawa meskipun tidak lucu, setuju meskipun dalam hati menolak. Aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh seperti itu lagi. Aku lebih suka tenggelam dalam kesendirian, mencoba menghibur diri mencari pembenaran atas nasib yang telah di gariskan. Berharap dan selalu berharap ada rencana lain dari Nya yang lebih elegan tanpa perlu membodohi diri sendiri dan memalsukan sikap.

Rasanya baru kemarin, ketika mimpi itu kita mulai. Uluran jari kelingking mu saat itu, laksana tali yang kau berikan kepadaku untuk menarik ku masuk kedalam dunia mu.Dunia penuh dengan mimpi-mimpi besar, tentang kejayaan hidup, konsumerisme dan hedonisme. Aku, seorang lelaki introvert yang tidak mempunyai visi yang jelas tentang hidup selain menjalani nya seperti air mengalir. Mendengarkan dengan takjub semua master plan hidup mu. Tentang pilihan hidup. pilihan karir yang akan kau lalui. Road map yang sudah sedemikian detil akan kau jalani. Akupun semakin tertunduk, betapa aku lelaki sederhana yang tidak punya keberanian untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit seperti mu.

Teringat sebait puisi kahlil Gibran yang dulu sering ku baca

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

Sesederhana itukah cinta kami, cintaku atau cintamu padaku,……………………… rasanya tidak.


Aku terhenyak ketika kau berkata, “ Bagaimana dengan rencana hidup mu? Dan mungkin juga hidup kita? Aku terdiam sejenak, ingin rasanya berbohong untuk menyamakan diri dengan mimpimu, tapi akhirnya aku berkata, “ aku hanya ingin punya istri anak dan sebuah toko, yang bisa menghidupi kehidupan kami, jawab ku perlahan.

“he he, cita-cita kok sederhana banget sih, buat dong rencana yang lebih besar, punya pabrik atau perusahaan kek, sahut mu sengit. Lalu dengan sangat bersemangat kamu mem “brain wash” ku tentang visi-visi kehidupan. Betapa uang bisa membeli semua yang kita mau, untuk bahagia jadilah orang kaya. Meskipun terasa naïf karena yang kau pacari pun hanya lelaki miskin dengan cita-cita yang sederhana.

Kau tularkan semangat hidupmu, membakar hari-hari ku selanjutnya. Perlahan tapi pasti kau rubah diriku seperti yang kau mau. Merubah penampilan ku yang kucel menjadi kinclong, merubah bauku dari asem menjadi woody & Sparkling, kau menulariku hobi mambaca mu, mencekokiku dengan Sydney Sheldon, Jhon grisham, Tetsuko Kuroyonagi, Clara ng,sampai dengan Mira W. Kutinggalkan Kho Ping Ho, Wiro Sableng, Tintin, Trigan, komik-komik wayang RA.Kosasih dan komik silat karya Djair dan Ganesh Th. Kau juga menulikan telingaku dari Gun N Roses, Metalica, dan Sepultura,kau beri aku David Foster, Mariah Carey, Richard Clayderman dan Jhon Denver. Demi cinta ku pada mu semua itu rela ku lakukan termasuk juga ketika kau meracuniku dengan sambal terasi dan ketimun yang tidak aku suka

Rasanya jauh sekali langkah yang telah aku tempuh untuk menyamakan langkah dengan mu. Bertahun-tahun terkuras tenaga, pikiran dan perasaan untuk mengejar langkah-langkah besar mu. Ketika aku berhasil mensejajarkan langkah ku, kau malah berpaling pergi. Rasa ku terkapar dalam kelelahan yang amat sangat, terlalu malas untuk kembali memulai sebuah hubungan baru, meskipun kesempatan kedua pasti selalu ada untuk orang yang mau berusaha. Berharap jejak mu dalam hatiku segera terhapus, seperti hujan menghapus debu diatas dedaunan. Terima kasih untuk pencerahan yang telah kau berikan, tapi aku sudah benar -benar lelah mengejar mu………..


Pernah dimuat di kompasiana tgl 28 maret 2011

Sabtu, 28 Mei 2011


Jamu dengan segala potensi yang dimilinya sesungguhnya adalah aset bangsa Indonesia yang seharusnya dapat di jaga dan ditingkatkan kualitasnya. Kedepan akan semakin banyak orang yang akan kembali mengkonsumsi minuman kesehatan tradiisonal semacam ini. Seruan kembali ke alam, sudah mulai di dengungkan oleh masyarakat diseluruh dunia. Barat dengan segala kemajuan teknologi yang dimilikinya pun saat ini mulai kembali melirik potensi besar yang terkandung dalam bahan-bahan alami yang ada pada tumbuhan. Indonesia meriupakan salah satu negara yang mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk di gunakan sebagai bahan alami pembuatan obat. Sejarah panjang pun telah kita torehkan dalam usaha memanfaatkan bahan-bahan alam dalam bidang pengobatan.

Jamu sudah dikenal dalam mayarakat kita selama ratusan tahun. Budaya yang awalnya hanya hidup dibalik dinding-dinding keraton di Jawa ini akhirnya berkembang di masyarakat. Dulu Racikan jamu merupakan resep rahasia dan tidak boleh diketahui oleh umum. Belakangan, keluarga keraton mulai mengajarkan dan menyebarkan rahasia pembuatan nya ke masyarakat. Alhasil industry jamu pun berkembang dengan sangat baik. Dari mulai usaha keluarga sampai ke industry besar, jamu gendong maupun jamu seduh pabrikan.

Tidak ada data yang pasti sejak kapan jamu di jajakan dengan cara di gendong. Yang jelas penjual jamu gendong sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Budaya minum jamu termasuk juga penjualnya tak lekang oleh waktu, Malah semakin berkembang. Jamu di racik dari mulai rumah sederhana sampai pabrikan besar. Perusahaan-perusahaan besar jamu bahkan sudah mengekspor jamu ke manca Negara.



Konsumen nya pun merata dari mulai buruh pabrik sampai ibu-ibu pejabat. Kalangan kelas bawah, menengah sampai kelas atas pun masih suka dengan jamu. Khasiat jamu di yakini benar keampuhannya untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Maka tak heran si mbakyu jamu akan selalu ada di sekitar kita.

Tampilan umum dari seorang penjual jamu gendong adalah memakai kain, membawa bakul berisi botol-botol jamu, sedangkan tangan krinya membawa ember kecil untuk mencuci gelas. Bakul di kaitkan ketubuh dengan kain lurik panjang. Ciri ini terus bertahan selama bertahun-tahun, meskipun kini sudah mulai ada yang tidak lagi menggunakannya. Beban yang dibawa seorang penjual jamu lumayan berat, apalagi bila jarak yang ditempuhnya cukup jauh. Tak heran dengan dengan pola olahraga seperti ini penjual jamu rata-rata terlihat sehat. Belum pernah kulihat penjual jamu yang berbadan gemuk. Umum nya badan mereka langsing berisi, dibalut kain batik panjang.

Regenerasi penjual jamu gendong selalu ada. Seingatku sudah ada puluhan penjual jamu langganan ibuku dari generasi ke generasi. Dari mulai Yu minah dan yu sum di tahun 80an, yu tuti, yu nani, tahun 90an,di tahun 2000an ada yu lilik, yu lina dan sampai kini masih terus ada generasi baru, kini akupun tidak lagi terlalu hafal nama-nama mereka. Mereka semua dipanggil dengan awalan yu, merujuk pada kata mbakyu. Umumnya mereka memiliki pelanggan tetap di suatu wilayah tertentu. Jadi bila sudah ada penjual jamu yang menjadi langganan disuatu wilayah, penjual jamu yang lain tidak akan masuk kedaerah itu. Semacam kode etik yang tidak tertulis diantara mereka.

Penjual jamu gendong biasanya meracik sendiri bahan-bahan yang akan dibuat jamu. Kemudian dimasukan dalam wadah botol-botol gelas atau plastik. Jenis-jenis jamu yang umum ada dalam keranjang jamu gendong adalah, jamu beras kencur,kunir asem dan jamu pahitan. Ketiga jenis jamu ini adalah jamu yang paling umum di jajakan oleh penjual jamu gendong. Jamu lainnya yang biasa mereka bawa adalah jamu produk dari pabrikan seperti jamu tolak angin, pegal linu, sehat lelaki dll. Jamu ini diseduh kemudian dicampurkan madu dan telur ayam kampung.

Pola penjualan jamu seperti ini terbukti efektif menjangkau konsumen di perumahan-perumahan mewah maupun di kampung-kampung becek di daerahku ini. Apalagi di musim hujan seperti ini,kehadiran mbakyu jamu gendong selalu banyak di nantikan. Konsumennya bukan hanya ibu-ibu dan bapak-bapak bahkan anak-anak pun menyukainya. Tak heran dipagi hari selalu saja ada keramaian orang merubungi tukang jamu. Minum jamu di pagi hari sebelum beraktivitas memang terasa menyegarkan. Rasa pahit jamu memang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Terbukti meskipun pahit masih banyak orang Indoensia yang menggemarinya. Ditengah mahalnya biaya dokter dan obat-obatan modern, jamu merupakan alternatif pengobatan murah. baik untuk mencegah maupun mengobati. Terutama untu penyakit-penyakit ringan seperti flu, batuk, demam dan masuk angin yang biasa menjangkit di musim hujan seperi sekarang ini.

Jamu gendong dengan segala lika-liku yang menyertainya telah turut andil, dalam menjaga kesehatan masyarakat. Di sisi ekonomi, usaha jamu gendong juga terbukti mampu bertahan dan berkembang. Di tengah modernitas kota, jamu gendong tetap eksis melayani konsumen setianya.Meskipun saat ini banyak kios-kios jamu maupun kafe modern yang menjual jamu, tetap terasa keintiman yang lebih ketika menikmati jamu gendong si mbakyu. Jamu yang diolah tangan-tangan trampil dan terasah selama bertahun-tahun dan disajikan dengan sepenuh hati tentu memberi nilai lebih dari sekedar minum jamu. Keakraban diantara penjual dan para pembeli merupakan nilai positif yang terus ada dari sosok penjual jamu gendong.

Senin, 09 Mei 2011


Di awal tahun ini BPS (Biro Pusat Statistik) merilis jumlah penganguran sebanyak 8,32 juta orang. Dari jumlah itu 11,92% adalah lulusan S-1, 12,78% Diploma dan lainnya 3,81%. Jumlah ini tentu saja cukup memprihatinkan. Biaya pendidikan tidaklah murah di negeri ini. Berharap dengan gelar sarjana atau diploma yang diperoleh akan mudah memperoleh pekerjaan yang layak. Namun harapan tinggalah angan. Seringkali jumlah kebutuhan tenaga terdidik untuk satu bidang pekerjaan tidak sesuai dengan jumlah lulusan yang di hasilkan. Belum lagi masalah kemampuan individunya. Maka tak heran jumlah pengangguran terus menjadi masalah klasik dari tahun ke tahun.

Keterbatasan peluang kerja membuat banyak tenaga terdidik ini akhirnya mengambil peluang kerja apa saja yang ada. Saat ini sudah dianggap lumrah bila ada sarjana pertanian yang bekerja di Perbankan ataupun asuransi. Peluang kerja apapun akhirnya akan di kejar oleh para pencari kerja ini Kemampuan para sarjana Indonesia bekerja pada bidang yang bukan bidang nya telah terbukti. Banyak dari mereka yang sukses bekerja justru bukan pada bidang yang mereka pelajari sebelumnya. Memang tidak ada salahnya orang bekerja di bidang apa saja, meskipun itu tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan nya.Namun alangkah lebih baik bila pekerjaan yang kita lakoni berdasarkan latar belakan pendidikan yang memang kita tempuh. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada sarjana dan diploma. Di jenjang SMU dan SMK pun sama saja.


industri garmen banyak menyerap tenaga kerja lulusan SMU dan SMK


Ujian nasional untuk SMU dan sederajat baru saja usai, kesibukan lain sudah menunggu para mantan siswa ini. Untuk siswa yang orang tuanya mampu mereka sibuk mempersiapkan diri untuk ujian masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bagi yang tidak mampu, inilah awal perjuangan baru. Ribuan lulusan SMU dan sederajat mulai berjuang mencari pekerjaan. Pelajaran-pelajaran disekolah yang mereka pelajari selama bertahun-tahun, tidak menjadikan mereka mudah mencari pekerjaan. Jenis pekerjaan yang mereka lakoni umumnya jauh dari ilmu yang mereka dapat dari bangku sekolah. Lulusan SMU maupun SMK yang konon dipersiapkan untuk siap pakai pun pada kenyataanya sama saja.

Sekolah menengah Kejuruan di bidang ekonomi akhirnya bekerja di perusahaan garmen. Bukan sebagai tenaga pembukuan, administrasi atau staf pemasaran tapi sebagai operator jahit. Banyaknya industry garmen di daerah ku ini membuat lowongan kerja sebagai operator jahit lebih mudah dicari. Alhasil ribuan lulusan SMU ataupun SMK lebih banyak menjadi operator jahit.

Kebutuhan pabrik garmen terhadap operator jahit memang sangat tinggi, terutama menjelang akhir tahun. Disisi lain, banyak sekali lulusan SMU dan SMK yang menganggur. Tanpa kemampuan menjahit, perusahaan pun tidak akan mau menerima mereka. Salah satu syarat untuk bekerja di perusahaan garmen adalah mempunyai kemampuan menjahit dengan mesin jahit garmen.

Untuk menjadi operator jahit tidaklah mudah. Pelajaran menjahit tentu saja tidak ada dalam kurikulum yang di ajarkan di sekolah mereka. Maka tumbuh suburlah jasa-jasa kursus menjahit garmen. Biaya untuk satu kali kursus sebesar Rp.800.000/paket. Lulusan kursus sudah langsung di salurkan ke pabrik-pabrik garmen yang memang banyak bertebaran di sini.

Salah seorang guru yang tinggal tak jauh dari rumahku pernah melontarkan gagasan ke kepala sekolah. Dia ingin agar ada pelajaran khusus menjahit garmen dalam muatan lokal mereka. Tapi gagasan ini di tolak dengan berbagai macam alasan. Sebenarnya sang guru lebih melihat kenyataan yang ada. Kebutuhan tenaga kerja operator jahit lebih tinggi daripada administrasi maupun tenaga pembukuan. Selama ini pun 80 persen lulusan sekolah mereka lebih banyak yang bekerja di industry garmen. Sayang nya gagasan yang baik ini tidak penah di realisasikan.

Konsep link and match pernah di canangkan oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu. Namun tampaknya itu hanya sebatas konsep diatas kertas saja. Kenyataan nya ribuan bahkan jutaan pengangguran baru tiap tahun bertambah. Tenaga terdidik ini tidak dapat terserap oleh pasar kerja yang ada. Lowongan kerja banyak namun tenaga kerja siap pakai tidak tersedia. Setidaknya inilah yang terjadi didaerah ku ini.

Kedepan sudah saatnya pemerintah memperhatikan potensi kerja yang ada di tiap daerah. Potensi kerja ini harus dapat di manfaatkan dengan maksimal. Bekali murid-murid SMU dan SMK dengan kemampuan yang sesuai dengan potensi kerja yang ada. Di daerah yang banyak industry garmen nya, tak ada salahnya pemerintah memasukan, muatan lokal nya dalam bidang jahit garmen. Ketika lulus nanti, seandainya mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi pun mereka sudah punya kemampuan untuk bekerja. Berharap suatu hari nanti, Selesai Ujian Nasional, tidak ada lagi ungkapan “Selamat datang penggangguran Baru”.

Minggu, 17 April 2011


“Menatap wajah purnama yang bulat sempurna sambil memetik dawai gitar yang mulai lapuk dimakan usia. Akankah dirimu pun sedang menatap bulan yang sama. Bulan yang dulu sering kita pandangi bersama, diantara tawa ceria para penjaja. Duduk bersama Diantara undakan tangga, merajut cerita yang rasanya tak pernah berujung. Tentang mimpi-mimpi yang coba kita raih dalam balutan cinta yang menggelora”


Ditengah malam yang mulai membisu, diselingi denting gitar dari jari-jariku yang mengalirkan segenap kenangan tentang dirimu. Lelaki bodoh ini tak juga percaya dengan takdir yang telah di gariskan Ilahi. “Lima belas tahun sudah lebih dari cukup bung. Sampai kapan kau akan tenggelam dalam kenangan, sementara yang sedang kau kenang pun saat ini mungkin sudah tidak mengingat mu lagi”, begitu bisikan hati yang selalu ku dengar.

Bukan Cuma kenangan buruk itu yang menjadi alasan ketakutanku untuk memulai lagi. Aku sudah lelah untuk memulai kembali. Malas melewati fase-fase hubungan, yang sudah pasti di selingi marah, sedih dan bahagia. Bersikap penuh kepalsuan demi untuk kebahagiaan pasangan. Mencoba tersenyum meskipun pahit, tertawa meskipun tidak lucu, setuju meskipun dalam hati menolak. Aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh seperti itu lagi. Aku lebih suka tenggelam dalam kesendirian, mencoba menghibur diri mencari pembenaran atas nasib yang telah di gariskan. Berharap dan selalu berharap ada rencana lain dari Nya yang lebih elegan tanpa perlu membodohi diri sendiri dan memalsukan sikap.

Rasanya baru kemarin, ketika mimpi itu kita mulai. Uluran jari kelingking mu saat itu, laksana tali yang kau berikan kepadaku untuk menarik ku masuk kedalam dunia mu.Dunia penuh dengan mimpi-mimpi besar, tentang kejayaan hidup, konsumerisme dan hedonisme. Aku, seorang lelaki introvert yang tidak mempunyai visi yang jelas tentang hidup selain menjalani nya seperti air mengalir. Mendengarkan dengan takjub semua master plan hidup mu. Tentang pilihan hidup. pilihan karir yang akan kau lalui. Road map yang sudah sedemikian detil akan kau jalani. Akupun semakin tertunduk, betapa aku lelaki sederhana yang tidak punya keberanian untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit seperti mu.

Teringat sebait puisi kahlil Gibran yang dulu sering ku baca

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

Sesederhana itukah cinta kami, cintaku atau cintamu padaku,……………………… rasanya tidak.


Aku terhenyak ketika kau berkata, “ Bagaimana dengan rencana hidup mu? Dan mungkin juga hidup kita? Aku terdiam sejenak, ingin rasanya berbohong untuk menyamakan diri dengan mimpimu, tapi akhirnya aku berkata, “ aku hanya ingin punya istri anak dan sebuah toko, yang bisa menghidupi kehidupan kami, jawab ku perlahan.

“he he, cita-cita kok sederhana banget sih, buat dong rencana yang lebih besar, punya pabrik atau perusahaan kek, sahut mu sengit. Lalu dengan sangat bersemangat kamu mem “brain wash” ku tentang visi-visi kehidupan. Betapa uang bisa membeli semua yang kita mau, untuk bahagia jadilah orang kaya. Meskipun terasa naïf karena yang kau pacari pun hanya lelaki miskin dengan cita-cita yang sederhana.

Kau tularkan semangat hidupmu, membakar hari-hari ku selanjutnya. Perlahan tapi pasti kau rubah diriku seperti yang kau mau. Merubah penampilan ku yang kucel menjadi kinclong, merubah bauku dari asem menjadi woody & Sparkling, kau menulariku hobi mambaca mu, mencekokiku dengan Sydney Sheldon, Jhon grisham, Tetsuko Kuroyonagi, Clara ng,sampai dengan Mira W. Kutinggalkan Kho Ping Ho, Wiro Sableng, Tintin, Trigan, komik-komik wayang RA.Kosasih dan komik silat karya Djair dan Ganesh Th. Kau juga menulikan telingaku dari Gun N Roses, Metalica, dan Sepultura,kau beri aku David Foster, Mariah Carey, Richard Clayderman dan Jhon Denver. Demi cinta ku pada mu semua itu rela ku lakukan termasuk juga ketika kau meracuniku dengan sambal terasi dan ketimun yang tidak aku suka

Rasanya jauh sekali langkah yang telah aku tempuh untuk menyamakan langkah dengan mu. Bertahun-tahun terkuras tenaga, pikiran dan perasaan untuk mengejar langkah-langkah besar mu. Ketika aku berhasil mensejajarkan langkah ku, kau malah berpaling pergi. Rasa ku terkapar dalam kelelahan yang amat sangat, terlalu malas untuk kembali memulai sebuah hubungan baru, meskipun kesempatan kedua pasti selalu ada untuk orang yang mau berusaha. Berharap jejak mu dalam hatiku segera terhapus, seperti hujan menghapus debu diatas dedaunan. Terima kasih untuk pencerahan yang telah kau berikan, tapi aku sudah benar -benar lelah mengejar mu………..


baca juga :
dendam mbah dirja

Selasa, 22 Maret 2011


Kematian, sejatinya adalah sebuah proses yang tidak bisa di hindari oleh setiap mahluk hidup. Semua yang bernyawa pasti mati. Takdir yang akan menentukan bagaimana proses seseorang menuju ke kematian. Bayi, Muda, tua bisa saja meninggal dengan berbagai macam sebab. Kapan dan bagaimana kematian menimpa seseorang adalah rahasia Allah SWT sang pemilik kehidupan.

Jasad yang di tinggalkan roh, dalam tradisi manusia tetaplah harus di hormati. Diurus dengan benar dan dengan segala macam prosesi nya. Ada banyak tadisi mengurus jenasah dalam berbagai macam agama dan budaya di Indonesia. Ritual-ritual dalam mengurus jenazah kadang memang sangat merepotkan. Peluang ini kemudian dilirik oleh para pengusaha untuk mendirikan rumah duka. Bisnis yang agak menakutkan, tetapi manjanjikan dari segi keuntungan.

Di Jakarta dan sekitarnya saja saat ini ada kurang lebih 15 rumah duka dengan bermacam-macam fasilitas. Beberapa diantaranya malah menyediakan juga crematorium untuk tempat kremasi jenazah. Dengan penampilan yang modern dan perlengakapan yang canggih, rumah-rumah duka merangkap krematorium terlihat sangat bagus dan menarik. Beda sekali dengan kesan angker yang selama ini tampak pada tempat-tempat kremasi yang ada di daerah Cilincing. Biaya rumah duka mewah seperti ini pastilah tidak murah. Namun terbukti bisnis di bidang jenasah ini tidak pernah sepi order.

Mengapa Memakai Jasa Rumah Duka?

Untuk orang-orang beragama Islam mungkin agak aneh mendengar jasa pengurusan jenazah. Jenazah orang muslim biasanya diurus sendiri, bergotong royong dengan tetangga dan DKM masjid setempat. Pagi meninggal, dimandikan, dikafani, disholatkan, siang hari di makamkan, dilanjutkan dengan acara tahlilan, proses pun selesai.

Namun untuk orang-orang Tionghoa, prosesnya memang agak rumit dan panjang. Terutama untuk orang keturunan Tionghoa yang beragama Konghucu dan Budha. Orang yang beragama Kristen pun walaupun lebih sedehana, saat ini sering menggunakan jasa rumah duka untuk mengurus pemakaman. Tinggal dilingkungan Pecinan membuat ku sedikit banyak sering bersentuhan dengan tetangga yang tertimpa musibah. Mengurus sendiri jenazah merupakan hal yang mustahil karena banyak ritual-ritual yang harus dilalui. Dari mulai proses membeli peti mati, memandikan jenazah, merias jenazah, memasukan ke dalam peti, sampai menungguinya selama beberap hari sebelum dimakamkan. Proses nya akan lebih rumit lagi bila jenazah akan dikremasi.

Tetangga di sekitar ku biasanya mengunakan jasa Rumah Duka untuk pengurusan jenazah keluarganya. Meskipun jenazah di taruh di rumah, rangkain proses nya tetap dipegang oleh kru dari rumah duka yang disewa. Semua keperluan mengurus jenazah akan disediakan oleh pihak rumah duka. Keluarga yang ditingglkan tidak perlu repot-repot, tinggal hubungi pihak rumah duka, mereka urus sampai selesai kemudian bayar. Menunggui jenazah bukanlah hal yang ringan, tak jarang anggota keluarga yang ditinggalkan malah jatuh sakit karena kelelahan. Kurang tidur dan suasana rumah yang ramai menjadikan mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang.


Apa yang Disediakan Rumah Duka?

-Rumah duka menyediakan peti mati dan pelengkapan sembahyang lainnya

-Ruangan untuk menaruh peti mati

-Kru yang bertugas menjaga peti mati selama 24 jam penuh lengkap dengan upacara dan doa-doa untuk orang yang meninggal

-Makanan dan minuman untuk para pelayat

-Pelayat akan datang ke rumah duka dan bukan ke rumah pribadi

-Tidak merepotkan keluarga yang di tinggalkan

-Keluarga almarhum dapat beristirahat dengan nyaman di rumah sendiri

Selama proses menunggu pemakaman, peti mati akan disemayamkan dan disembahyangi dengan ritual-ritual sesuai dengan agamanya. Pihak rumah duka juga dapat menyediakan jasa rohaniawan untuk pembacaan doa ini.

Untuk wilayah Bogor dan sekitarnya, rumah duka yang sering dipakai adalah SINAR KASIH, yang ada di jalan Batu Tulis No. 38, Bogor. Dalam prosesnya, keluarga almarhum bisa memilih menaruh peti mati dirumah sendiri atau di “rumah duka”. Pengurusan mayat dari mulai memandikan, mendandani, manaruh jenazah kedalam peti, dan doa-doa semua sudah diurus oleh pihak pengelola rumah duka.

Jika pihak yang berduka memilih untuk menyemayamkan peti di rumah sendiri, maka pihak rumah duka akan mengirim tim, lengkap dengan peti mati dan kru pengurus jenazah. Jika akan disemayamkan di rumah duka, maka pengelola akan menjemput mayat dan kemudian mengurusnya di tempat mereka.

Biaya pengurusan jenazah ini tidak lah murah, berkisar antara 8 juta sampai 30 juta rupiah, bahkan bisa lebih mahal lagi. Komponen biaya yang paling mahal adalah peti mati. Harga peti mati bervariasi dari mulai 1 juta hingga puluhan juta rupiah tergantung dari jenis kayu dan kerumitan pembuatan nya. Pihak rumah duka biasanya sudah menyediakan semua perlengakapn untuk pemakaman. Untuk pemakaman Budha atau Konghucu biasanya ada perlengkapan lain berupa peralatan rumah tangga terbuat dari kertas.

Tahun lalu seorang pengusaha peti mati membuka usaha rumah duka di daerahku. Peluang usaha ini diliriknya karena selama ini masyarakat keturunan Tionghoa di daerahku biasanya memakai jasa rumah duka yang ada di Bogor. Kejelian nya membaca peluang usaha ini tampaknya sangat tepat, tiap minggu tak kurang dari 2-4 orang jenazah masuk ke rumah dukanya.

Keberadaan rumah duka ini juga membuka peluang usaha lain yaitu usaha pembuatan barang-barang keperluan pemakaman. Dalam tradisi Tionghoa biasanya ada peralatan pelengkap pemakaman diantaranya yaitu, peralatan rumah tangga berupa TV, kulkas, handphone, DVD player, Mobil, rumah-rumahan, lengkap dengan 2 orang pembantu laki-laki dan perempuan. Semua perlengakapn ini terbuat dari kertas dan nantinya akan dibakar pada prosesi pemakaman. Semakin banyak orang meninggal akan memberi multiplier effect untuk pembuat peti mati, karangan bunga, iklan media massa, dan jasa pembacaan doa.

Ada lagi profesi lain yang juga bekerja di rumah duka yaitu perias mayat. Petugas yang bekerja di sini dituntut untuk membuat jasad orang yang meninggal terlihat “bagus” penampilan nya. Mayat didandani dengan rapi, sama seperti orang akan berangkat ke acara penting. Untuk mayat yang laki-laki memakai setelan jas lengakap sedangkan yang perempuan memakai gaun yang indah. Kondisi mayat korban-korban kecelakaan terkadang sudah sangat rusak. Tugas perias mayat untuk membuatnya kembali terlihat “rapi”.

Gaya hidup di perkotaan yang menuntut efisiensi dan kepraktisan membuat usaha ini bisa berkembang dengan baik. Ditambah lagi adanya kepercayaan di kalangan masyakat tionghoa bahwa harga dari peti mati itu pantang untuk ditawar. Berapapun harga yang di berikan oleh pengelola rumah duka atau tukang peti mati, maka si ahli waris harus membayarnya tanpa di tawar lagi. Klop lah sudah keuntungan yang bisa di dapat dari usaha rumah duka ini.

Dari segi bisnis usaha ini cukup menjanjikan karena pemain nya relatif masih sedikit. Jika kita lihat google adwords tampak bahwa bulan lalu saja, untuk kosakata “Rumah Duka”, dicari sebanyak 1900 kali. Setiap hari ada saja orang yang meninggal dunia dan membutuhkan bantuan untuk mengurus jenazah. Jasa pengurusan jenazah ini biasanya dipakai oleh masyarakat keturunan China. Untuk itu, sebaiknya lokasi usaha dekat dengan komunitas orang-orang China. Meskipun kadang ada juga yang berasal dari etnis lain. Rumah duka biasanya sudah mempunyai tim yang akan menangani klien berdasarkan agama yang dianut si jenazah.

Keberadaan rumah duka di daerah Pecinan memang sangat menjanjikan dari segi bisnis. Setidaknya rumah duka yang ada di daerah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya dapat bertahan selama beberapa generasi. Pengelola tinggal menyediakan tempat, peti mati, keperluan sembahyang, kru yang mempunyai skill mengurus mayat, dan ambulan pengangkut jenazah. Selanjutnya klien akan datang sendiri.

Apakah anda berminat?


Artikel ini pernah di muat di kompasiana.com
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/03/04/rumah-duka-bisnis-yang-tak-pernah-mati/

Minggu, 06 Maret 2011


Aroma hio yang menyengat bercampur asap yang memedihkan mata dan beduk khas China, menyambut ku ketika masuk ke halaman kelenteng (wihara). Orang-orang mulai ramai berkerumun disekitar bara api yang tampak merah membara. Hawa panas yang dipancarkan dari tumpukan bara sepanjang 10 m sudah terasa pada jarak 3 meter dari lokasi. Didalam wihara semua persiapan sedang dilakukan. Tangsin mulai membaca doa, asap hio semakin menyengat, suasana magis pun segera tercipta. Ritual akan diawali dengan acara potong lidah.


Acara potong lidah adalah upacara yang penuh daya magis, karena seorang tangsin dalam kondisi trance atau kesurupan akan melukai lidahnya. Darah yang keluar dari lidah akan dipakai sebagai tinta untuk menulis huruf-huruf Cina di atas kertas Hu. Kertas ini adalah kertas berwarna kuning yang biasa digunakan untuk upacara kematian. Tulisan yang ada pada kertas hu ini di percaya dapat menolak bala atau menakuti setan, sehingga kerap di pasang di pintu-pintu rumah warga
Potong Lidah
Tangsin mulai berkomat-kamit membacakan doa, sesaat kemudian tubuhnya bergetar. Tampak di tangannya Sebilah pedang berukuran besar berkilat di terpa sinar lampu. Kondisi trance atau kesurupan segera bisa kita lihat. Tangsin mulai mencabut pedang dan menempelkan pada lidah nya. Sesaat kemudian darah pun menetes deras dari lidah yang terluka. Tak sedikitpun rasa sakit pada wajahnya. Darah segera di tampung dalam piring kecil, kemudian tangsin menggunakan nya untuk menuliskan aksara cina di atas kertas berwarna kuning yang disebut Hu. Tulisan bertinta darah diatas kertas Hu, dianggap sebagi isim atau azimat untuk memulai ritual selanjutnya.
Injak bara
Isim yang terbuat dari kertas Hu kemudian di taruh dalam mangkuk, kemudian di kuburkan diempat sisi dari bara api yang mulai membara. Tujuan nya dalah untuk meinjinakan panas yang ada pada bara. Suara beduk khas china semakain keras berbunyi, Sesaat kemudian tangsin mulai keluar dari dalam wihara menuju ke tempat bara api. Berkomat-kamit sejenak, kemudian tangsin mulai menginjakan kaki diatas bara api. Dia berjalan perlahan, mengontrol setiap jengkal bara api yang dilaluinya. Tak ada sedikitpun rasa takut akan panas yang menyengat. Beberapa kali dia berjalan bolak-balik di seluruh bagian bara. Sesaat kemudian dia berteriak lantang, “…Essssai, para peserta injak bara pun segera bergerak mengikuti langkah tangsin. Kata esai merupakan tanda bahwa bara api sudah dijinakan dan dapat segera dilalui.
Penonton terhenyak sejenak, suasana mendadak sepi. Seorang tetanggaku dengan tenang berjalan diatas bara api yang membara, tampak wajahnya sedikit meringis ketika menginjak sesuatu diatas bara, tapi setelah itu kembali berjalan dengan tenang sampai di ujung lintasan.Setelah itu berturut-turut orang yang lain mulai berjalan diatas bara api yang tampak mengepulkan asap. Panas nya bara api tidakmenyurutkan peserta yang ingin mencoba bagaimana rasanya berjalan diatas bara.
Siapapun boleh menginjak bara ini, apapun keyakinan dan agama nya, tangsin siap membantu setiap orang yang berminat untuk merasakan sensasi berjalan diatas bara. Salah seorang tetanggaku yang setiap tahun rutin mengikuti acara ini mengatakan bahwa, telapak kaki nya hanya merasakan hawa hangat dari bara yang membara tadi. Memang kulihat kondisi telapak kaki nya baik-baik saja hanya ada sisa-sisa debu arang yang berwarna putih.
Dari cerita orang –orang yang mengerti akan ritual ini. Tangsin berperan dalam menjinakan bara api yang membara supaya tidak terasa panas di kaki orang yang menginjaknya. Namun kadang-kadang ada saja bagian dari bara yang tidak semuanya bisa di jinakan oleh tangsin.Akibatnya ketika terinjak akan terasa panas. Sama seperti kita menginjak duri ketika kita berjalan di padang rumput, demikian tetanggaku memberikan perumpamaan. Panas yang dirasakan pada telapak kaki hanya sebatas panas seperti ketika kita menginjakan kaki diatas aspal pada waktu siang hari. Meskipun demikian tak ada keberainian dalam diriku untuk mencobanya. Logika dalam otak ku tak mengizinkan aku untuk melakukan nya. DItambah lagi hawa panas yang sangat terasa pada jarak beberapa meter dari bara yang membara, menyiutkan nyali ku.
Mandi Minyak Panas
Acara lain yang tak kalah menarik adalah mandi minyak panas. Seorang kru menyiapkan tungku besar yang diatasnya di masak minyak. Tangsin mulai trance dan segera memotong lidah nya untuk mendapatkan darah. Darah digunakan untuk menuliskan sesuatu di kertas hu dan dalam kuali besar yang akan di gunakan untuk memasak minyak.
Minyak pun dituangkan, ditambah sedikt teh dan bunga sedap malam. Api pun segera dinyalakan. Tak lama kemudian minyak mulai terlihat panas, tangsin segera merapalkan doa-doa, para peserta mulai berbaris di belakang tangsin. Sesaat kemudian, tangsin mempersilahkan mereka melakukan ritual. Minyak yang sangat panas tersebut di kibaskan ketubuh mereka dengan menggunakan selembar handuk kecil, tak seikit pun rasa takut tubuhny akan hangus melepuh. Aku dan penontonn yang berada di dekat mereka merasakan betapa panas minyak yang terpercik kearah kami. Namun, tubuh-tubuh yang bertelanjang dada ini begitu menikmati setiap tetes minyak panas yang mengenai tubuh mereka.
Selesai acara mandi minyak, penonton pun segera berhamburan menyerbu minyak yang tersisa di dalam kuali besar. Untuk orang Tionghoa, minyak ini dianggap minyak pembawa berkah, sehingga penonton pun mulai berebut menampung minyak kedalam wadah apa saja yang bisa mereka gunakan. Beberapa diantaranya malah sudah membawa wadah dari rumah.
Rangkaian acara-acara ini adalah dalam rangka memperingati hari ulang tahun atau Se jit Kongco Hok Tek Ceng sin. Dalam kepercayaan orang-orang cina, Hok Tek Ceng sin atau Dewa Bumi ini dipercaya merupakan dewa pembawa rejeki dan kemakmuran.
Siapakah Hok tek Ceng Sin
Hok Tek Ceng Sin sering juga disebut sebagai Thouw Te Kong atau Dewa bumi. Dewa bumi dianggap ada pada setiap daerah. Makanya tak heran jika ada banyak wihara di Indonesia memakai dewa bumi sebagai ikon nya. Cerita mengenai asal muasal dewa bumi sangat beragam, salah satunya adalah cerita dari dinasti Thou.
Pada masa pemerintahan Thou Wu Tang, ada seorang menteri bernama Thio Hok Tek. Dia bertugas mengurusi pajak yang ditarik dari rakyat. Dalam melaksanakan tugasnya Thio Hok Tek sangat bijaksana, malah seringkali dia memberikan uang kepada rakyat yang tidak mampu. Setelah Thio Hok Tek meninggal dunia, jabatan nya di gantikan oleh Wei Chao. Orang ini sangat bertolak belakang sifatnya dengan Thio Hok Tek, rakyat ditindas dan pajak ditarik dengan semena-mena. Kerinduan rakayat akan orang yang bijaksana dan pemurah seperti Thio Hok eEk diwujudkan dalam bentuk patung.
Pemujaan terhadap patung Thio Hok Tek ini akhirnya meyebar diantara rakyat kecil, merekapun akhirnya memanggilnya dewa bumi. Pemujaan terhadap dewa bumi biasanay dilakukan setelah penen raya. Pemujaan sebagai bentuk syukur atas panen yang melimpah. Pada Dinasti Siang/Shang, tradisi ini kemudian diberi nama Hok Tek Ceng Sin, yang berarti memeperoleh rezeki .
Perayaan Sejit Hok Tek Ceng SIn
Sebagian besar kelenteng di Indoensia merayakan Sejit hok Tek Ceng Sin pada Tanggal 2 bulan 2 imlek (Ji Gwee). Sedangkan para petani di China merayakan nya pada tangal 15 bulan 3 imlek. Perbedaan ini terjadi Karena beragamnya versi cerita mengenai Hok Tek Ceng Sin.
Perayaan Sejit hok tek ceng sin selalu meriah, karena atraksi-atraksi luar biasa yang selalu di tunggu oleh para penonton. Perayaan sejit meskipun sejatinya adalah perayaan keagamaan namun selalu memberi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar wihara. Sejak era pemerintahan Gus dur kesenian-kesenian Cina mulai kembali bergairah. Barongsai, Wayang Potehi, termasuk perayaan-perayaan keagamaan di kelenteng-kelenteng kembali menunjukan eksistensinya.
Semua budaya ini berbaur dengan budaya-budaya lokal tanpa ada gesekan di masyarakat. D isetiap perayaan di kelenteng yang ada di daerah ku ini, selalu ada kesenian tradisonal lenong betawi dan gambang kromong. Ibu-ibu berkerudung kerap terlihat di halaman kelenteng, menonton pertunjukan-pertunjukan yang di selenggarakan. Suasana yang guyup dan bersahabat sangat terasa disaat-saat seperti ini. Hilang sudah sekat-sekat SARA diantara kami, yang ada adalah kami warga satu kampung yang sedang bergembira, semoga ini menjadi contoh betapa indahnya kebersamaan berbingkai kebhinekaan.

Keterangan :
Tangsin : Orang yang berperan sebagai perantara antara roh dan dunia nyata, roh menggunakan tubuh tangsin untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar nya.
Kertas Hu : Kertas berwarna kuning, yang biasa di gunakan untuik upacara kematian, digunakan juga sebagai isim atau azimat
Sejarah Hok Tek Ceng Sin, Sumber:www. poanthian.blogspot.com

Jumat, 21 Januari 2011

Pagi yang cerah, matahari mulai menyapa,mengusir embun yang masih betah bercokol di pucuk-pucuk brokoli, sawi dan selada.. Lembang pagi itu masih diselimuti kabut tipis, angin semilir membawa kesejukan di sepanjang jalan ini. Kuda penarik masih bersemanagt membawa delman yang kami tumpangi menuju keatas. Ini adalah hari ke 4 aku magang di Balai Inseminasi Buatan, Lembang, Bandung. Pasar lembang adalah star awal kami, dari sana sais menunggu penumpang sampai berjumlah 4 orang, baru berangkat keatas. Aku dan temanku Yoga turun di BIB Lembang, waktu masih pagi, belum lagi jam 07.00, tapi suasana mulai ramai, pekerja mulai menyiapkan peralatan.

Baju werpak warna biru mirip dengan baju tahanan, segera ku kenakan. Bau rumput king grass dan kotoran sapi semerbak berbaur menjadi satu. Hangat mentari pagi ini merupakan saat yang tepat untuk mulai menampung sperma. Pagi ini yang beruntung adalah pejantan no.203, bernama badranaya, seekor limousin warna coklat keemasan yang tampak sangat tampan. Tubuh nya tegap, kulit coklat berkilat, mungkin hanya beda-beda tipis dengan Jean claude Vandame di dunia manusia. Bobot tubuhnya mencapai 1100 kg, aslinya berasal dari negara Perancis.

Vagina segera di siapkan, sebuah selongsong dari aluminium yang dilapisi karet dan diberi tekanan udara, dan air hangat di dalamnya sehingga suhunya sama dengan aslinya. Vagina buatan ini di desain sedemikian rupa sehingga mirip dengan kondisi sebenarnya, kenyal,basah dan hangat. Bagian dalamnya di olesi Vaseline supaya licin menyerupai cairan vagina. Saat itu sempat juga terlintas di pikiran tampaknya enak juga bila di coba sendiri. Merasakan sensasi kehangatan yang menggoda di ujung jari kami, aku dan yoga akhirnya hanya tertawa.

Si coklat Limousine di bawa keluar dari kandang, 2 orang dikiri kanannya memegang tambang. Rutinitas yang memang sudah berjalan selama beberapa tahun ini membuat sapi ini sudah paham apa yang akan diperbuat oleh manusia-manusia ini. Libido nya sudah mulai terlihat, penis nya mulai keluar, merah mengkilat penuh dengan lendir. Seekor sapi jantan lain disiapkan sebagai dummy, sapi ini diikat kuat pada tiang penyangga, sehingga tampak bagian pantatnya saja.


Gambar: sapi Brahman sedang di tampung sperma nya

Sumber gambar : kompasiana/dadan wahyudin

Pekerja mulai mendekatkan si coklat dengan dummy, matanya melirik sekejap, kemudian melengos, mungkin agak enggan, pekerja mulai menarik tambangnya, mendekatkannya lagi. Dikali ketiga si coklat mulai mendengus-dengus, matanya berbinar-binar menatap bokong indah di depannya. Akupun bersiap-siap AV (Artificial Vagina) kupegang erat di tangan kiri, deg-degan rasanya memulai pengalaman pertamaku. Tiba-tiba si coklat Badranaya menyentakkan kakinya kedepan, menaiki Dummy didepannya, kutarik pangkal penis yang tampak merah merona itu dengan tangan kanan, dan kumasukan kedalam “vaginaku”, satu hentakan kuat disusun hentakan kedua yang lemah, segera menyudahi libidonya. Ejakulasi dini yang bisa menjadi masalah besar bila dialami manusia, tapi hal yang biasa di dunia persapian. Di alam liar 2 kali hentakan sudah lebih dari cukup memuaskan betina.Lenguhan panjang tanda kepuasan biasanya mengiringi langkah kaki depan nya ketika turun dari bokong dummy.

Cairan berwarna putih kental agak kekuningan dan berbau amis tampak dalam botol penampung di dasar AV. Akupun segera membawanya ke Laboratorium, melepas tabungnya,kemudian meneteskannya sedikit diatas cawan dan melihatnya dibawah mikroskop electron. Tampak bentuk-bentuk seperti kecebong yang bergerak sangat cepat seperti segerombolan ikan teri dilautan, Inilah bibit-bibit para juara yang dihasilkan dari pejantan-pejantan tangguh. Grade A, B dan C harus diberikan untuk menjaga kualitas sperma yang di hasilkan. Kadang ada cacat-cacat genetic seperti kepala atau ekor yang bercabang, gerakannya lambat, jumlahnya sedikit, atau kadang hanya berputar-putar saja.

Minggu kedua, badranaya kembali di keluarkan dari kandang, tubuhnya yang besar tampak agak malas untuk bergerak dipagi yang dingin ini. Susah payah para pekerja mengeluarkannya dari dalam kandang, matanya agak sayu, menatap dummy didepannya. Beberapa kali didekatkan dengan dummy, tapi dia tetap menggolengkan kepala, tidak nampalk lagi agresivitasnya. Dia melenguh panjang, menandai penolaknnya. Pekerja segera menariknya keluar dari arena, lalu membawanya kelapangan untuk dijemur. Hormon testosteron segera disiapkan, kemudian disuntikan ketubuhnya yang besar itu. Badranaya menggeliat sebentar kemudian kembali di jemur.

Setengah jam kemudian,dia sudah kembali di bawa ke arena, wajahnya tampak sumringah, mendengus-dengus dan menyentakan kaki-kakinya. Melirik sejenak kearah dummy, mendengus sebentar dan langsung naik. Luar biasa sekali pengaruh hormon testosteron dan manipulasi perlakuan yang dilakukan manusia terhadap mahluk-mahluk ini. Produksi sperma telah menjadi industry penting dalam mendukung perkembangan peternakan sapi di tanah air kita. Sperma sapi di tampung, diencerkan kemudian di masukan dalam straw-straw kecil, direndam dalam nitogen cair hingga membeku, dan di sebarkan keseluruh Indonesia. Kawin suntik atau Inseminasi Buatan telah terbukti menghemat biaya yang sangat besar dalam pengadaan pejantan. Saat ini peternak tidak perlu memelihara pejantan, betina birahi tinggal hubungi petugas lapangan. Tanda betina berahi sudah dapat diketahui dari vaginanya yang tampak membengkak, berwarna kemerah-merahan dan tampak basah oleh cairan. Petugas lapangan akan menyuntikan sperma yang di masukan dalam Gun Insemination dan cos, dimasukan kedalam vagina, selesai sudah proses kawinnya. Tidak ada kenikmatan sedikitpun yang dirasakan si betina.

Apa yang dialami badranaya dan teman-temannya, kadang membuatku merasa kasihan juga terhadap nasib mereka. Masa-masa muda, dengan libido yang membuncah tapi hanya kenikmatan semu lah yang mereka dapat. Kadang otak merekapun aku pikir sudah kurang waras, karena jangankan melihat bokong betina atau jantan, melihat para pekerja yang sedang nunggging membersihkan rumput pun sudah membuat mereka mendengus-dengus nafsu. Mungkin suatu saat merekapun ingin sekali menikmati aslinya bukan Cuma AV (Artificial Vagina), dalam hati mereka mungkin juga berkata, “AKU BOSAN DI MASTURBASI TERUS MAS!!!”

NB:pernah di muat di Kompasiana
http://unik.kompasiana.com/2011/01/02/aku-bosan-dimasturbasi-terus-mas/
REP | 02 January 2011 | 13:04
1187 21 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik