Sabtu, 11 Juni 2011



Sapi dan kerbau sudah lama menjadi sahabat warga desa diseluruh Indonesia. Hewan bertubuh besar ini banyak sekali dimanfaatkan, baik daging maupun tenaga nya. Kedua hewan ini begitu dekat dengan kehidupan manusia, khususnya petani. Tenaga mereka di gunakan untuk berbagai keperluan, dari mulai menarik pedati sampai membajak sawah. Hubungan yang dekat diantara petani dan hewan besar ini membuat mereka saling membutuhkan. Petani merewat ternak, imbal baliknya ternak membantu meringankan pekerjaan mereka.


Bekerja di sektor pertanian bukanlah pekerjaan yang ringan. Petani harus bekerja dari pagi hingga siang hari malah kadang sampai sore hari. Untuk memulihkan kondisi fisik yang lelah setelah seharian bekerja, enaknya tentu saja di pijat. Di rumah,anak dan isteri petani siap membantu suami atau ayah mereka untuk di pijat. Lalu bagaimana dengan nasib sapi dan kerbau mereka yang juga kelelahan. Sebagai ternak pekerja, tenaga mereka juga terkuras. Otot-otot mereka juga bisa meresa capek, pegal dan kadang terkilir atau keseleo. Di daerah Bantul, Yogyakarta ada satu profesi yang unik, yaitu pemijat Hewan Ternak. Profesi ini tergolong unik kaena tidak mudah memijat sapi atau kerbau yang kelelahan. Pengetahuan mengenai urat dan kebiasaan hewan tentu menjadi prasyarat utama. Seorang pemijat bernama Abdul Rohman Siswomiarto (61 tahun), sangat terkenal di Bantul sebagai satu-satunya pemijat sapi.

Masyarakat desa sudah sangat percaya dengan kemampuannya dalam mengobati berbagai macam masalah kesehatan pada sapi. Jika di dunia manusia ada pengobatan alternatif, di dunia peternakan juga ada jenis pengobatan ini. Ketika sapi atau kerbau menampakan tanda-tanda kurang bersemangat, lesu dan tidak nafsu makan maka mereka akan segera memanggil pak Dul ini.

Setelah sapi di ikat kuat-kuat pada kandang, pak Abdulah atau pak Dul akan memeriksa seluruh bagian tubuh sapi. Diagnosa dilakukan untuk melihat apa penyakitnya. Kemudian dengan disertai doa-doa, pak Dul akan mulai memijat dari mulai punggung, kaki sampai ke bagian belakang sapi. Terakhir pak Dul akan menarik ekor sapi keras-keras. Lama pemijatan kurang lebih 30 menit. Setelah selesai di pijat, sapi kemudian dilumuri oleh ramuan tradisional. Campuran ramuan terdiri dari jahe, cabe rawit dan alkohol. Masuk angin, keseleo, otot pegal-pegal juga bisa menjangkiti hewan pekerja seperti sapi dan kerbau. Mereka juga butuh pijatan untuk merelaksasi otot-otot yang pegal.

Pengalaman nya selama puluhan tahun telah membuktikan kesaktian ilmu pengobatan nya. Kalau saja sapi,kerbau dan kuda ini bisa berbicara, mungkin mereka akan mengucapkan banyak terima kasih kepada sang pemijat ini. Tidak banyak orang yang berprofesi sebagai pemijat Sapi, Jika ada yang tertarik mungkin ini salah satu profesi yang bisa dilirik sebagai alternatif. Profesi pemijat manusia sudah banyak di seluruh dunia dengan berbagai macam teknik pijatnya. Pemijat sapi, rasanya inilah profesi yang paling Indonesia.

Sumber :

www.duniasapi.com

http://fornaslpumkm.wordpress.com

Namanya Rahman, orang di kampungku biasa memanggilnya maman oon. Sejak kecil maman memang mengalami keterlambatan perkembangan di bandingkan teman-teman sebaya nya. Secara fisik tidak ada yang cacat, hanya bicaranya saja sedikit gagap dan seringkali tidak nyambung dengan topik pembicaraan. Aktivitas yang disukainya adalah menyapu halaman rumah. Rumah siapa saja dia dengan senang hati akan menyapunya hingga bersih.

Tidak ada yang aneh kecuali bahw tingkat IQ nya yang jongkok alias Oon begitu sebutan disini. Pada umur 14 tahun dia sempat menghilang, terbawa oleh truk yang mengangkut pasir. Tiga tahun kemudian dia baru pulang ke kampung sini, setelah seorang tetanggaku menemukannya secara tidak sengaja. Rahman memang anak yang rajin sehingga untuk makan ada saja orang yang memberi nya. Selama 3 tahun menghilang ini dia ternyata tinggal di pangkalan truk, membantu supir-supir pengangkut pasir.

Sejak kepulangan nya ada sesuatu yang berbeda pada diri si maman ini. Dia senang sekali mendekati orang-orang gila perempuan. Jika dia bertemu dengan orang gila perempuan maka dia akan membawanya ke belakang rumahnya. Dibelakang rumah nya adalah kamar mandi dan kebun bambu yang cukup rimbun. Sebelumnya tidak pernah ada yang peduli dengan aktivitasnya, sampai suatu hari pak RT memergokinya sedang berbuat mesum di belakang rumahnya.


Orang gila wanita itu berusia kurang lebih 30 an tahun dengan rambut kusut dan kotor pakaiannya tampak lusuh dan tidak memakai celana dalam.Maman pun di sidang di halaman rumah pak RT. Wajahnya yang polos hanya senyum-senyum cengegesan, sedangkan orang gila perempuan nya hanya duduk diam saja. Warga bukan nya marah akhirnya malah tertawa melihat kelakuan nya. “Tadi.kamu lagi ngapain, sama dia? Tanya pak RT. Maman cengengesan, “ tadi ma m a en ku ku dddaan”. Jawab nya dengan gagap. Gerrr semua warga tertawa.”ngak boleh, maen kuda-kudaan lagi ya, dosa!! Bentak pak RT. Wajah maman terdiam sejenak, kemudian mengangguk-angguk entah mengerti atau tidak.

Sejak saat itu warga kampungku selalu waspada, kalau lihat maman bawa-bawa orang gila perempuan, langsung di usir, ngak boleh masuk kampung. Maman ternyata tak kekurangan akal, tidak bisa di belakang rumah, sekarang dia pindah ke pinggir sungai. Seorang penjual VCD memergokinya sedang berbuat mesum. Warga pun segera berkerumun menonton adegan ‘Ariel-Luna” jilid dua. Semua terpingkal-pingkal tertawa melihat kelakuan maman dan pasangan nya.

IQ yang rendah ternyata tidak berpengaruh terhadap tingginya libido. Kami semua baru sadar kalau maman yang dulu kecil itu sekarang sudah memasuki masa pubertas. Dia bukan lagi anak kecil yang hanya suka menyapu halaman. Dia juga butuh melampiaskan hasrat biologisnya. Tidak ada rasa malu dalam dirinya ketika akhirnya warga menariknya dari atas tubuh wanita itu. Pak RT pun bingung menanganinya. Orang gila perempuan segera di bawa ke panti social sedangkan si maman, entah bagaimana menyadarkan nya. Konsep dosa, zina, muhrim atau bukan tidak ada di otaknya. Dia hanya tahu ketika libido naik dia harus mencari wanita untuk melampiaskan nya.

Untunglah selama ini dia tidak pernah mengincar anak-anak kecil di kampung ku. Incaran nya hanya orang-orang gila perempuan yang ada di jalanan. Heran nya, semua orang gila yang dia ajak pergi mau saja menuruti kata-katanya. Mungkin Karena “frekuensi” nya sama, obrolan maman dengan orang-orang gila tersebut malah terlihat nyambung. . Meskipun begitu pengawasan melekat tetap diberlakukan kepada maman.Gerak-geriknya sekarang selalu di awasi oleh orang-orang di kampung ku


Siang itu, suasana di salah satu mall di depok cukup ramai. Aku sedang bergegas menuju salah satu toko buku disana, ketika seseorang memanggilku. Aku menoleh sesaat dan tersenyum melihat wajah seseorang disana, namanya aku hampir lupa tapi wajahnya masih kuingat. Diapun menghampiriku dan berbasa-basi sejenak sambil memperkenalkan seorang temannya yang tampak kemayu sekali untuk ukuran lelaki. Tak lama kamipun berpisah, dalam perjalanan aku tersenyum-senyum sendiri teringat peristiwa beberapa tahun lalu.

Saat itu kantor dalam keadaan sibuk, semua karyawan termasuk diriku sedang mengerjakan pekerjaan masing-masing. Ketika itu datanglah seorang karyawan baru, seorang lelaki berwajah macho dengan postur tubuh yang tinggi. Aku hanya melirik sekilas dan kembali ke pekerjaanku karena memang lelaki ini berbeda departemen dengan ku. Ketika dia melintas rekan-rekanku yang wanita berbisik-bisik sambil cekikikan. Seminggu setelah kejadian itu barulah aku tahu namanya ketika dia memprkenalkan diri di kantin perusahaan. Kamipun terlibat obrolan cukup panjang mengenai pekerjaan dan kegiatannya sehari-hari. Tiba-tiba dia bertanya,” Nu, cowok yang kemarin jalan sama kamu itu siapa namanya? Kenalin dong”, serunya. Aku tertawa, luh kayak mau kenalan sama cewek aja pake perantara segala, lu tanya aja sendiri.

Tiga hari setelah itu dia menitipkan surat, “tolong berikan ke temanmu si Budi itu” katanya. Akupun menyampaikan surat itu, sambil bertanya-tanya dalam hati surat apaan ya. Budi menceritakan isi surat itu keesokan harinya. Sebelum itu dia bertanya kepadaku,” nu ini surat dari si Tanto atau dari Rina? Ya dari Tanto kataku, emangnya kenapa? Gile ini surat cinta, nih lu liat aja. Aku pun membacanya, belum selesai membaca tawaku sudah meledak lebih dulu. ” Bud sepertinya mantra pelet yang lu baca kemarin salah sasaran, Rina yang lu tuju malah berbalik ke si Tanto”, seruku. “Sudahlah bud, cinta itu memang buta, tak memandang jenis kelamin, lu terima aja”, candaku.

Sambil tertawa-tawa kami pun membahas detil penampilan si Tanto ini. Baru kami sadari ada sesuatu yang aneh yang selama ini tidak kami perhatikan. Wajahnya memang macho, penampilan oke, tidak kemayu tapi kalau melihat celananya, kenapa di lipatan bawah celananya selalu ada gambar bunga-bunga, waktu itu aku sempat mau bertanya tapi rasanya tidak enak juga, takut dia tersinggung. Satu lagi kebiasaannya adalah selalu merangkulkan tangan kepundak bila sedang berjalan bersama rekan-rekan pria nya. Akupun sempat merasa tidak nyaman juga ketika dia merangkulkan tangan ke pundak ku waktu itu. Rasanya agak aneh saja cowok-cowok seusia kami berjalan sambil berangkulan. Tapi bukan peristiwa surat cinta ini yang membuat heboh seisi perusahaan.


Malam minggu itu Tanto menginap di rumah Mas Prapto, rekan kami juga tapi beda bagian. Piala Dunia saat itu memang sedang ramai-ramainya, terkadang kami memang nonton bareng bila sedang ada pertandingan yang besar. Mas Prapto tinggal bersama isteri dan seorang anaknya yang masih kecil di sebuah perumahan. Hujan yang turun di sore harinya membuat malam semakin dingin. Mas Prapto sebenarnya sangat lelah hari ini karena memang kantor sedang sibuk-sibuknya tapi dia merasa tidak enak kalau menolak kedatangan Tanto yang berniat menginap dan nonton TV di rumahnya.

Malam semakin larut, Tanto dan mas Prapto nonton TV di ruang tamu, sementara isteri dan anaknya tidur di kamar.Mas Prapto pun akhirnya tertidur pulas di tengah pertandingan bola yang sedang mereka tonton. Ditengah tidur nya itulah dia mendengar teriakan histeris dari isterinya,” …….Hei kamu ngapain, kamu lagi ngapaian, ……Mas bangun, …..bangun!! Isteri mas Prapto sangat kaget sampai tidak bisa berkata-kata, wajahnya pucat pasi, yang dilihatnya saat itu adalah Kain sarung yang dipakai suaminya sudah melorot dan “Burung” suaminya pun sudah keluar dari sangkarnya. Dan yang membuatnya pucat pasi adalah “burung’ suaminya sedang di pegang-pegang dan dijilati oleh lelaki lain, sementara mas Prapto nya masih tertidur.

Dalam kepanikannya Tanto segera melarikan diri,keluar dari rumah,melesat bagaikan maling dimalam buta. Mas Prapto yang masih dalam kondisi linglung karena baru bangun dari tidur lelapnya hanya terbengong bengong melihat kondisi “burungnya” yang tampak masih basah mengkilap seperti habis dimandikan. Isterinya menangis histeris, entah apa yang ditangisi. Padahal “Burung” suaminya dalam kondisi utuh,sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun.

Cerita Mas Prapto inilah yang kemudian mengegerkan seisi Perusahaan, sampai-sampai bos besar memanggilnya untuk menceritakan kronologis peristiwa yang sesungguhnya. Bos besar pun tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini kulihat bos dapat tertawa selepas itu di hadapan kami. Ditengah situasi stress yang sedang kami hadapi, inilah sedikit hiburan yang kami dapat dari peristiwa itu. Sejak saat itu Tanto pun menghilang, tidak pernah muncul di kantor, rumah kontrakannya pun di tinggalkan.

Siang yang terik berpadu dengan angin yang sepoi-sepoi menina bobokan ku dalam lamunan. Suara-suara angkot yang lalu lalang tidak dapat membuyarkan lamunanku. Dibangku taman ini sedang kurajut kembali sejuta kenangan indah bersamamu. Kukumpulkan potongan-potongan puzzle kenangan yang pernah kita ukir lima belas tahun yang lalu.

Senin siang sepulang dari Kampus jatinangor,

“ coba kulihat telapak tangan mu”, sambil menarik tangan ku ke tangannya. Aku kemarin baru saja mempelajari cara membaca garis tangan”,ujarnya. Aku hanya tertawa “, Garis tangan kayak aku ini garis tangan orang paling bahagia di dunia”, kataku. Dengan serius dia memperhatikan garis-garis tangan di telapak kiri ku, wajahnya mengernyit, ehhm “ melihat garis tangan kamu, kamu akan jadi orang yang sukses meskipun jalannya berliku, tapi untuk asmara tampaknya kamu kurang beruntung. Akan ada badai besar dalam perkawinan sehingga kamu mungkin baru akan menemukan kebahagiaan pada perkawinan yang kedua ataua ketiga”, mimiknya terlihat sangat serius.

“ ha ha ha bu dukun kamu rubah dong ramalan itu, yang akan menjadi istri pertama dan terakhirku kan kamu. Dia hanya terdiam sambil berusaha mencari garis-garis lain yang mungkin terlewatkan olehnya. Merunut beberpa kali garis-garis tangan yang ada pada tanganku. Dia hanya berucap, “ ini kan hanya ramalan bisa benar atau tidak,semua tergantung Allah SWT. Ada sedikit gurat kecewa pada rona wajah nya, kemudian termenung sesaat entah apa yang dipikirkan.


Jumat Siang setelah Sholat Jumat

Menyeruak diantara kerumunan mahasiswa berbagai jurusan yang baru bubaran sholat Jumat. Cafeteria kampus disamping perpustakaan tampak sudah penuh berjejal, mahaisiswa-mahasiswa yang lapar. Jam makan siang di hari jumat memang selalu seperti ini. Aku bergegas menuju perpustakaan, di deratan kursi-kursi panjang yang ada disana. Seulas senyum sudah kulihat dari jauh, tangan nya melambai kearah ku. Sebungkus gorangan dan teh botol sudah disiapkannya untuk ku, sambil mengunyah gorengan ku bilang, “ kita makan di merdeka aja ya, sambil cari buku di gramed, disini rame banget”.

Gramedia

Warna-warna ceria menyambut kami, “pesta diskon semua buku “, demikan pamflet yang tertempel di pintu masuk. Membaca novel adalah kegemaran kami berdua,Jhon Grisham dan Sydney Sheldon, adalah penulis favorit kami. Di satu sudut mataku tertuju pada satu buku berwarna merah berjudul “fengshui”. Penasaran akupun mulai membaca-baca isinya. Akupun berbisik memanggil namanya, ada banyak hal menarik pada buku ini. Shio Kerbau berbintang pisces digambarkan dengan sangat pas buat diriku demikian pula untuk dirinya, shio tikus berbintang libra.

Ada satu alinea yang masih ku ingat sampai saat ini, orang bershio kerbau pisces sangat cocok dengan Shio tikus Libra, baik sebagai rekan bisnis maupun sebagai pasangan hidup. Tapi di alinea lain ada tulisan, orang bershio kerbau adalah orang yang tabah dan tahan banting, walaupun seringkali dikhianati oleh pasangan hidupnya. Saat itu aku menatap wajahnya, dan berkata,”apakah kamu akan menghianatiku? Dia hanya tertawa tertahan, “ya mungkin saja, kita kan ngak pernah tahu kejadian yang akan datang”, sahutnya sambil tertawa . Dibutuhkan lebih banyak pengorbanan, waktu, uang dan perasaan bagi orang bershio kerbau untuk mendapatkan cinta seorang wanita, demikian kata penutup dari paragraph dibuku itu.

Banyak waktu yang kemudian kami habiska berdua, meretas jalan kebahagiaan menuju perkawinan. Tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar, meskipun pada akhirnya takdir berkata lain. Slalu berharap dan terus berharap ada rencana Tuhan yang lain untuk ku.

Entah kebetulan saja atau memang kehebatan para ahli ramal, banyak hal yang kebetulan terbukti pada akhir nya.

Pohon waru dan deretan pohon flamboyan yang rindang di depan perpustakaan kampus jalan Dipati ukur, Bandung. adalah saksi bisu kisah-kisah cinta yang pernah ada. Disini di kampus ini, kenangan indah itu pernah bersemi. Duduk disini mencoba merasakan suasana beberapa tahun yang lalu, Tapi hanya kekosongan yang ku dapat, pohon yang sama tapi dengan suasana yang tentu jauh bebeda.

Titik air hujan menyadarkanku dari lamunan panjang tentang dirimu. Akan terus kucari dirimu dalam raga yang lain. Terima kasih untuk semua manis dan cinta yang pernah ada meskipun harus pahit di penghujung kisahnya.

“Menatap wajah purnama yang bulat sempurna sambil memetik dawai gitar yang mulai lapuk dimakan usia. Akankah dirimu pun sedang menatap bulan yang sama. Bulan yang dulu sering kita pandangi bersama, diantara tawa ceria para penjaja. Duduk bersama Diantara undakan tangga, merajut cerita yang rasanya tak pernah berujung. Tentang mimpi-mimpi yang coba kita raih dalam balutan cinta yang menggelora”


Ditengah malam yang mulai membisu, diselingi denting gitar dari jari-jariku yang mengalirkan segenap kenangan tentang dirimu. Lelaki bodoh ini tak juga percaya dengan takdir yang telah di gariskan Ilahi. “Lima belas tahun sudah lebih dari cukup bung. Sampai kapan kau akan tenggelam dalam kenangan, sementara yang sedang kau kenang pun saat ini mungkin sudah tidak mengingat mu lagi”, begitu bisikan hati yang selalu ku dengar.

Bukan Cuma kenangan buruk itu yang menjadi alasan ketakutanku untuk memulai lagi. Aku sudah lelah untuk memulai kembali. Malas melewati fase-fase hubungan, yang sudah pasti di selingi marah, sedih dan bahagia. Bersikap penuh kepalsuan demi untuk kebahagiaan pasangan. Mencoba tersenyum meskipun pahit, tertawa meskipun tidak lucu, setuju meskipun dalam hati menolak. Aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh seperti itu lagi. Aku lebih suka tenggelam dalam kesendirian, mencoba menghibur diri mencari pembenaran atas nasib yang telah di gariskan. Berharap dan selalu berharap ada rencana lain dari Nya yang lebih elegan tanpa perlu membodohi diri sendiri dan memalsukan sikap.

Rasanya baru kemarin, ketika mimpi itu kita mulai. Uluran jari kelingking mu saat itu, laksana tali yang kau berikan kepadaku untuk menarik ku masuk kedalam dunia mu.Dunia penuh dengan mimpi-mimpi besar, tentang kejayaan hidup, konsumerisme dan hedonisme. Aku, seorang lelaki introvert yang tidak mempunyai visi yang jelas tentang hidup selain menjalani nya seperti air mengalir. Mendengarkan dengan takjub semua master plan hidup mu. Tentang pilihan hidup. pilihan karir yang akan kau lalui. Road map yang sudah sedemikian detil akan kau jalani. Akupun semakin tertunduk, betapa aku lelaki sederhana yang tidak punya keberanian untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit seperti mu.

Teringat sebait puisi kahlil Gibran yang dulu sering ku baca

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

Sesederhana itukah cinta kami, cintaku atau cintamu padaku,……………………… rasanya tidak.


Aku terhenyak ketika kau berkata, “ Bagaimana dengan rencana hidup mu? Dan mungkin juga hidup kita? Aku terdiam sejenak, ingin rasanya berbohong untuk menyamakan diri dengan mimpimu, tapi akhirnya aku berkata, “ aku hanya ingin punya istri anak dan sebuah toko, yang bisa menghidupi kehidupan kami, jawab ku perlahan.

“he he, cita-cita kok sederhana banget sih, buat dong rencana yang lebih besar, punya pabrik atau perusahaan kek, sahut mu sengit. Lalu dengan sangat bersemangat kamu mem “brain wash” ku tentang visi-visi kehidupan. Betapa uang bisa membeli semua yang kita mau, untuk bahagia jadilah orang kaya. Meskipun terasa naïf karena yang kau pacari pun hanya lelaki miskin dengan cita-cita yang sederhana.

Kau tularkan semangat hidupmu, membakar hari-hari ku selanjutnya. Perlahan tapi pasti kau rubah diriku seperti yang kau mau. Merubah penampilan ku yang kucel menjadi kinclong, merubah bauku dari asem menjadi woody & Sparkling, kau menulariku hobi mambaca mu, mencekokiku dengan Sydney Sheldon, Jhon grisham, Tetsuko Kuroyonagi, Clara ng,sampai dengan Mira W. Kutinggalkan Kho Ping Ho, Wiro Sableng, Tintin, Trigan, komik-komik wayang RA.Kosasih dan komik silat karya Djair dan Ganesh Th. Kau juga menulikan telingaku dari Gun N Roses, Metalica, dan Sepultura,kau beri aku David Foster, Mariah Carey, Richard Clayderman dan Jhon Denver. Demi cinta ku pada mu semua itu rela ku lakukan termasuk juga ketika kau meracuniku dengan sambal terasi dan ketimun yang tidak aku suka

Rasanya jauh sekali langkah yang telah aku tempuh untuk menyamakan langkah dengan mu. Bertahun-tahun terkuras tenaga, pikiran dan perasaan untuk mengejar langkah-langkah besar mu. Ketika aku berhasil mensejajarkan langkah ku, kau malah berpaling pergi. Rasa ku terkapar dalam kelelahan yang amat sangat, terlalu malas untuk kembali memulai sebuah hubungan baru, meskipun kesempatan kedua pasti selalu ada untuk orang yang mau berusaha. Berharap jejak mu dalam hatiku segera terhapus, seperti hujan menghapus debu diatas dedaunan. Terima kasih untuk pencerahan yang telah kau berikan, tapi aku sudah benar -benar lelah mengejar mu………..


Pernah dimuat di kompasiana tgl 28 maret 2011

Sabtu, 28 Mei 2011


Jamu dengan segala potensi yang dimilinya sesungguhnya adalah aset bangsa Indonesia yang seharusnya dapat di jaga dan ditingkatkan kualitasnya. Kedepan akan semakin banyak orang yang akan kembali mengkonsumsi minuman kesehatan tradiisonal semacam ini. Seruan kembali ke alam, sudah mulai di dengungkan oleh masyarakat diseluruh dunia. Barat dengan segala kemajuan teknologi yang dimilikinya pun saat ini mulai kembali melirik potensi besar yang terkandung dalam bahan-bahan alami yang ada pada tumbuhan. Indonesia meriupakan salah satu negara yang mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk di gunakan sebagai bahan alami pembuatan obat. Sejarah panjang pun telah kita torehkan dalam usaha memanfaatkan bahan-bahan alam dalam bidang pengobatan.

Jamu sudah dikenal dalam mayarakat kita selama ratusan tahun. Budaya yang awalnya hanya hidup dibalik dinding-dinding keraton di Jawa ini akhirnya berkembang di masyarakat. Dulu Racikan jamu merupakan resep rahasia dan tidak boleh diketahui oleh umum. Belakangan, keluarga keraton mulai mengajarkan dan menyebarkan rahasia pembuatan nya ke masyarakat. Alhasil industry jamu pun berkembang dengan sangat baik. Dari mulai usaha keluarga sampai ke industry besar, jamu gendong maupun jamu seduh pabrikan.

Tidak ada data yang pasti sejak kapan jamu di jajakan dengan cara di gendong. Yang jelas penjual jamu gendong sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Budaya minum jamu termasuk juga penjualnya tak lekang oleh waktu, Malah semakin berkembang. Jamu di racik dari mulai rumah sederhana sampai pabrikan besar. Perusahaan-perusahaan besar jamu bahkan sudah mengekspor jamu ke manca Negara.



Konsumen nya pun merata dari mulai buruh pabrik sampai ibu-ibu pejabat. Kalangan kelas bawah, menengah sampai kelas atas pun masih suka dengan jamu. Khasiat jamu di yakini benar keampuhannya untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Maka tak heran si mbakyu jamu akan selalu ada di sekitar kita.

Tampilan umum dari seorang penjual jamu gendong adalah memakai kain, membawa bakul berisi botol-botol jamu, sedangkan tangan krinya membawa ember kecil untuk mencuci gelas. Bakul di kaitkan ketubuh dengan kain lurik panjang. Ciri ini terus bertahan selama bertahun-tahun, meskipun kini sudah mulai ada yang tidak lagi menggunakannya. Beban yang dibawa seorang penjual jamu lumayan berat, apalagi bila jarak yang ditempuhnya cukup jauh. Tak heran dengan dengan pola olahraga seperti ini penjual jamu rata-rata terlihat sehat. Belum pernah kulihat penjual jamu yang berbadan gemuk. Umum nya badan mereka langsing berisi, dibalut kain batik panjang.

Regenerasi penjual jamu gendong selalu ada. Seingatku sudah ada puluhan penjual jamu langganan ibuku dari generasi ke generasi. Dari mulai Yu minah dan yu sum di tahun 80an, yu tuti, yu nani, tahun 90an,di tahun 2000an ada yu lilik, yu lina dan sampai kini masih terus ada generasi baru, kini akupun tidak lagi terlalu hafal nama-nama mereka. Mereka semua dipanggil dengan awalan yu, merujuk pada kata mbakyu. Umumnya mereka memiliki pelanggan tetap di suatu wilayah tertentu. Jadi bila sudah ada penjual jamu yang menjadi langganan disuatu wilayah, penjual jamu yang lain tidak akan masuk kedaerah itu. Semacam kode etik yang tidak tertulis diantara mereka.

Penjual jamu gendong biasanya meracik sendiri bahan-bahan yang akan dibuat jamu. Kemudian dimasukan dalam wadah botol-botol gelas atau plastik. Jenis-jenis jamu yang umum ada dalam keranjang jamu gendong adalah, jamu beras kencur,kunir asem dan jamu pahitan. Ketiga jenis jamu ini adalah jamu yang paling umum di jajakan oleh penjual jamu gendong. Jamu lainnya yang biasa mereka bawa adalah jamu produk dari pabrikan seperti jamu tolak angin, pegal linu, sehat lelaki dll. Jamu ini diseduh kemudian dicampurkan madu dan telur ayam kampung.

Pola penjualan jamu seperti ini terbukti efektif menjangkau konsumen di perumahan-perumahan mewah maupun di kampung-kampung becek di daerahku ini. Apalagi di musim hujan seperti ini,kehadiran mbakyu jamu gendong selalu banyak di nantikan. Konsumennya bukan hanya ibu-ibu dan bapak-bapak bahkan anak-anak pun menyukainya. Tak heran dipagi hari selalu saja ada keramaian orang merubungi tukang jamu. Minum jamu di pagi hari sebelum beraktivitas memang terasa menyegarkan. Rasa pahit jamu memang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Terbukti meskipun pahit masih banyak orang Indoensia yang menggemarinya. Ditengah mahalnya biaya dokter dan obat-obatan modern, jamu merupakan alternatif pengobatan murah. baik untuk mencegah maupun mengobati. Terutama untu penyakit-penyakit ringan seperti flu, batuk, demam dan masuk angin yang biasa menjangkit di musim hujan seperi sekarang ini.

Jamu gendong dengan segala lika-liku yang menyertainya telah turut andil, dalam menjaga kesehatan masyarakat. Di sisi ekonomi, usaha jamu gendong juga terbukti mampu bertahan dan berkembang. Di tengah modernitas kota, jamu gendong tetap eksis melayani konsumen setianya.Meskipun saat ini banyak kios-kios jamu maupun kafe modern yang menjual jamu, tetap terasa keintiman yang lebih ketika menikmati jamu gendong si mbakyu. Jamu yang diolah tangan-tangan trampil dan terasah selama bertahun-tahun dan disajikan dengan sepenuh hati tentu memberi nilai lebih dari sekedar minum jamu. Keakraban diantara penjual dan para pembeli merupakan nilai positif yang terus ada dari sosok penjual jamu gendong.

Senin, 09 Mei 2011


Di awal tahun ini BPS (Biro Pusat Statistik) merilis jumlah penganguran sebanyak 8,32 juta orang. Dari jumlah itu 11,92% adalah lulusan S-1, 12,78% Diploma dan lainnya 3,81%. Jumlah ini tentu saja cukup memprihatinkan. Biaya pendidikan tidaklah murah di negeri ini. Berharap dengan gelar sarjana atau diploma yang diperoleh akan mudah memperoleh pekerjaan yang layak. Namun harapan tinggalah angan. Seringkali jumlah kebutuhan tenaga terdidik untuk satu bidang pekerjaan tidak sesuai dengan jumlah lulusan yang di hasilkan. Belum lagi masalah kemampuan individunya. Maka tak heran jumlah pengangguran terus menjadi masalah klasik dari tahun ke tahun.

Keterbatasan peluang kerja membuat banyak tenaga terdidik ini akhirnya mengambil peluang kerja apa saja yang ada. Saat ini sudah dianggap lumrah bila ada sarjana pertanian yang bekerja di Perbankan ataupun asuransi. Peluang kerja apapun akhirnya akan di kejar oleh para pencari kerja ini Kemampuan para sarjana Indonesia bekerja pada bidang yang bukan bidang nya telah terbukti. Banyak dari mereka yang sukses bekerja justru bukan pada bidang yang mereka pelajari sebelumnya. Memang tidak ada salahnya orang bekerja di bidang apa saja, meskipun itu tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan nya.Namun alangkah lebih baik bila pekerjaan yang kita lakoni berdasarkan latar belakan pendidikan yang memang kita tempuh. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada sarjana dan diploma. Di jenjang SMU dan SMK pun sama saja.


industri garmen banyak menyerap tenaga kerja lulusan SMU dan SMK


Ujian nasional untuk SMU dan sederajat baru saja usai, kesibukan lain sudah menunggu para mantan siswa ini. Untuk siswa yang orang tuanya mampu mereka sibuk mempersiapkan diri untuk ujian masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bagi yang tidak mampu, inilah awal perjuangan baru. Ribuan lulusan SMU dan sederajat mulai berjuang mencari pekerjaan. Pelajaran-pelajaran disekolah yang mereka pelajari selama bertahun-tahun, tidak menjadikan mereka mudah mencari pekerjaan. Jenis pekerjaan yang mereka lakoni umumnya jauh dari ilmu yang mereka dapat dari bangku sekolah. Lulusan SMU maupun SMK yang konon dipersiapkan untuk siap pakai pun pada kenyataanya sama saja.

Sekolah menengah Kejuruan di bidang ekonomi akhirnya bekerja di perusahaan garmen. Bukan sebagai tenaga pembukuan, administrasi atau staf pemasaran tapi sebagai operator jahit. Banyaknya industry garmen di daerah ku ini membuat lowongan kerja sebagai operator jahit lebih mudah dicari. Alhasil ribuan lulusan SMU ataupun SMK lebih banyak menjadi operator jahit.

Kebutuhan pabrik garmen terhadap operator jahit memang sangat tinggi, terutama menjelang akhir tahun. Disisi lain, banyak sekali lulusan SMU dan SMK yang menganggur. Tanpa kemampuan menjahit, perusahaan pun tidak akan mau menerima mereka. Salah satu syarat untuk bekerja di perusahaan garmen adalah mempunyai kemampuan menjahit dengan mesin jahit garmen.

Untuk menjadi operator jahit tidaklah mudah. Pelajaran menjahit tentu saja tidak ada dalam kurikulum yang di ajarkan di sekolah mereka. Maka tumbuh suburlah jasa-jasa kursus menjahit garmen. Biaya untuk satu kali kursus sebesar Rp.800.000/paket. Lulusan kursus sudah langsung di salurkan ke pabrik-pabrik garmen yang memang banyak bertebaran di sini.

Salah seorang guru yang tinggal tak jauh dari rumahku pernah melontarkan gagasan ke kepala sekolah. Dia ingin agar ada pelajaran khusus menjahit garmen dalam muatan lokal mereka. Tapi gagasan ini di tolak dengan berbagai macam alasan. Sebenarnya sang guru lebih melihat kenyataan yang ada. Kebutuhan tenaga kerja operator jahit lebih tinggi daripada administrasi maupun tenaga pembukuan. Selama ini pun 80 persen lulusan sekolah mereka lebih banyak yang bekerja di industry garmen. Sayang nya gagasan yang baik ini tidak penah di realisasikan.

Konsep link and match pernah di canangkan oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu. Namun tampaknya itu hanya sebatas konsep diatas kertas saja. Kenyataan nya ribuan bahkan jutaan pengangguran baru tiap tahun bertambah. Tenaga terdidik ini tidak dapat terserap oleh pasar kerja yang ada. Lowongan kerja banyak namun tenaga kerja siap pakai tidak tersedia. Setidaknya inilah yang terjadi didaerah ku ini.

Kedepan sudah saatnya pemerintah memperhatikan potensi kerja yang ada di tiap daerah. Potensi kerja ini harus dapat di manfaatkan dengan maksimal. Bekali murid-murid SMU dan SMK dengan kemampuan yang sesuai dengan potensi kerja yang ada. Di daerah yang banyak industry garmen nya, tak ada salahnya pemerintah memasukan, muatan lokal nya dalam bidang jahit garmen. Ketika lulus nanti, seandainya mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi pun mereka sudah punya kemampuan untuk bekerja. Berharap suatu hari nanti, Selesai Ujian Nasional, tidak ada lagi ungkapan “Selamat datang penggangguran Baru”.