Senin, 06 Desember 2010

MANFAAT MAINAN EDUKATIF
* Melatih kemampuan motorik
Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput alat permainannya, meraba alat permainan edukatif, memegang mainan bayi dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan permainan edukatifnya, melempar alat peraga, mengangkat alat mainan, dan sebagainya.
* Melatih konsentrasi
Alat permainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun mainan kayu pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar mainan bayi atau bentuk alat peraga yang ada di depannya -- ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasil menyusun mainan edukasi tidak memuaskan.
* Mengenalkan konsep sebab akibat
Contohnya, dengan memasukkan mainan kayu benda kecil ke dalam alat mainan yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat mainan edukasi yang sangat mendasar.
* Melatih bahasa dan wawasan
Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.
* Mengenalkan warna dan bentuk
Dari alat permainan, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.
Sumber :http://www.educativetoys.com/
Anak Tak Perlu Mainan Mahal
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajak anak bermain. Tapi menyayangi anak tidak harus dengan membelikannya berbagai mainan yang mahal.
"Tak perlu memberi anak mainan mahal, karena anak tidak mengerti merek, yang suka merek adalah orangtuanya," ujar Roslina Verauli, M.Psi, psikolog anak yang berpraktik di Pondoh Indah, dalam acara Smart Parents Conference di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (1/8/2010).
Psikolog Vera menjelaskan bahwa ada tiga cara terbaik untuk mengajak anak bermain sekaligus menstimulasi agar otak anak berkembang tanpa mainan mahal, yaitu dengan:
Merangsang otak dengan 5 penginderaan yang berguna sebagai modalitas pada anak, yakni visual (penglihatan), auditori (pendengaran), sentuhan, membaui dan mengecap.
Belajar harus melibatkan gerakan
Belajar harus dengan melibatkan emosi
Agar stimulasi dan kegiatan bermain mencapai hasil yang optimal, perlu ada kesesuaian antara ragam aktivitas bermain dengan tahap kemampuan berpikir anak.
Berdasarkan perkembangan usia, psikolog Vera menguraikan sejumlah tahap berpikir pada anak, yaitu:

0-2 tahun
Merupakan tahap sensori motor, yang terdiri dari sejumlah tahap berikut:
1-4 bulan. Tahap Primary Circular Reaction.
Bayi akan melakukan aksi dan reaksi yang melibatkan tubuhnya sendiri. Pada usia ini, orangtua sebenarnya tak perlu membeli mainan bayi yang mahal. Cukup dengan melakukan baby gym, yaitu menggerak-gerakkan kaki dan tangan bayi, yang berguna untuk merangsang motoriknya.
4-8 bulan. Secondary Circular Reaction
Pada usia ini, bayi biasanya melakukan aksi untuk mendapat respons dari orang atau objek, sehingga bayi cenderung akan mengulangi aksi yang sama.Lakukan permainan yang akan merangsang kecerdasan audio visual. Misalnya, dengan menirukan suara bayi, bermain 'cilukba' yang bervariasi, mengajak bayi bubbling (menyebutkan kata yang sama, seperti 'mamama' 'bababa'), dan lainnya.


8-12 bulan. Coordination of Secondary Schemes
Aksi bayi terhadap objek semakin bertujuan. Bayi juga mulai mampu melakukan antisipasi. Ajaklah bayi bermain dengan benda yang sederhan, seperti bola-bola warna warni.
12-18 bulan. Tertiary Circular Reaction
Bayi akan mulai memvariasikan aksinya. Ajak bayi bermain yang beragam, misal menyusun balok, bermain di pasir atau di air. Ini bisa merangsang indera peraba anak.
18-24 bulan. Mental Combinations
Bayi sudah mampu menguasai bahasa dan konsep object permanence.
3-5 tahun
Ini merupakan tahap preoperational. Pada usia ini kemampuan motorik dan bahasa anak berkembang pesat. Kemampuan kognitif berupa fungsi-fungsi simbolis, berkembang melalui 3 cara:
• Meniru kembali, lewat bermain imitatif seperti main masak-masakan, dokter-dokteran dan lainnya.
• Bermain simbolis, yaitu dengan memahami identitas dan fungsi benda.
• Berbahasa
Pada tahap usia ini, anak sudah siap untuk masuk sekolah. Perbanyak mainan dengan bentuk geometris, seperti bola, lingkaran, persegiempat dan segitiga. Bentuk-bentuk geometris adalah dasar anak untuk bisa menulis huruf.Ajarkan juga anak makan, mandi dan pakai baju sendiri. Untuk mengajarkan kemandirian tersebut juga bisa dengan bermain, tentunya dengan mainan yang sederhana.Misalnya dengan menggunakan boneka yang mengenakan baju berkancing, mintalah anak membuka dan memakai kancing baju boneka, memandikannya dan lain-lain.Kegiatan bermain tersebut dapat mengoptimalkan kecerdasan anak melalui stimulasi yang tepat terhadap kelima modalitas sensoris anak dan terhadap perkembangan kognitif.
Sumber : Merry Wahyuningsih - detikHealth

Minggu, 25 Juli 2010

Hari masih gelap, mentari masih malu untuk menunjukan senyumnya, kesegaran embun pagi masih begitu terasa. Sebagian dari kita mungkin juga masih terlelap di Minggu pagi ini. Tapi tidak untuk orang-orang ini, pejuang-pejuang pencari nafkah keluarga, mereka sudah mulai beraktivitas menyiapkan dagangan di lapak-lapak yang digelar memanjang di ruas jalan Pemda Cibinong. Sepenggal ruas jalan yang menuju kantor Pemda Kab.bogor, setiap minggu berubah menjadi pasar dadakan. Pasar Kaget yang pada awalnya hanya ada beberapa pedagang saja saat ini sudah mencapai ratusan pedagang. Jangan kaget kalau barang apa saja dapat anda temukan di sini. Dari mulai mainan anak-anak, aneka macam kuliner, sayuran,buah-buahan,binatang kesayangan, baju, sepatu,tas sampai motor dan mobil pun di jajakan.
Tidak semua pedagang disini benar-benar berprofesi sebgai pedagang, sebagain diantaranya adalah pegawai swasta, PNS, dan orang-orang yang secara ekonomi tergolong mapan. Motif mereka berdagang pun bermacam-macam, bukan masalah ekonomi semata,ada yang hanya untuk mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat,mencari teman, menyalurkan hobbi, mengenalkan produk/toko mereka,atau sekedar mencari tambahan penghasilan untuk jajan anak.
Dari waktu ke waktu pasar kaget Pemda cukup berkembang, ini terlihat dari jumlah pedagang dan pengunjung yang makin ramai, apalagi bila di awal-awal bulan. Omzet pedagang pun lumayan besar karena jumlah pengunjung yang lumayan membludak. Pasar Cibinong yang merupakan pasar yang sebenarnya malah menurun pembelinya di hari minggu, karena orang lebih suka berbelanja di pasar kaget PEMDA
Fenomena pasar kaget di hari minggu juga ternyata terjadi dimana-mana, di banyak tempat. Tren ini ternyata menyebar disejumlah daerah. Dimana ada daerah yang banyak dipakai beraktivitas olahraga minggu disitulah pedagang menggelar dagangan nya. Disadari atau tidak fenomena ini merupakan bukti kreativitas masyarakat menyikapi kebutuhan hidup yang terus mencekik leher. Tanpa perlu embel-embel ekonomi kerakyatan yang didengung-dengungkan oleh para politisi kita, inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya.