Rabu, 28 September 2011


Kupandangi wajah nya yang pucat pasi menatapku. Tanganku mencengkram kuat lehernya, nafasnya tersengal-sengal. Kukendurkan sedikit cekikan tanganku, Air matanya turun menetes dengan deras, “maafkan aku mas, aku tak bermaksud menghianatimu,” suaranya terdengar lirih. Matanya melirik kesamping tempat tidur. Sesosok tubuh gendut tampak terkapar bermandikan darah. Disebelah kirinya seorang anak kecil tampak diam tak bergerak.

“itu anakku, mengapa kau tega membunuhnya? Teriaknya histeris. Tubuhnya meronta-ronta. Aku hampir kewalahan menahan tubuhnya. “ dia tak tahu apa-apa,mengapa kau tega membunuhnya? Suaranya parau menahan kesedihan.

“karena dia adalah hasil perbuatan bejat mu, perempuan sialan”, teriak ku. Lelaki bajingan itu harus mati, dan kau juga harus merasakan, perihnya kehilangan seseorang yang kau cintai. Aku tampar wajahnya berkali-kali dengan tangan kananku. Air matanya turun semakin deras. “ maaf, maaf kan aku,aku khilaf mas”,ratapmu.

“ Aku tidak akan membunuh mu sayang. Aku ingin kau rasakan semua penderitaan, rasa kehilangan yang teramat dalam. Kau harus rasakan itu”, bentak ku.

“ kau tega menghianatiku, pergi dengan lelaki bajingan ini? Aku selalu baik kepadamu tapi mengapa kau tega melakukan ini? Kini Hidupku sudah hancur” seruku dengan bibir bergetar, Amarah benar-benar menderu-deru dalam dadaku. Sebilah belati berlumuran darah tampak tergeletak disamping ku.

“Bertahun-tahun kurajut asa itu dalam jutaan macam perasaan dan pengorbanan. Mencoba mengerti dan memahami mu, berusaha mengisi hatimu, dan membeli perasaan mu. Jutaan kebaikan yang kuberikan dengan tulus atas nama cinta. Keikhlasan yang muncul begitu saja dari lubuk hati yang paling dalam. Tak sedikitpun berfikir kau akan pergi meninggalkanku. Melupakan segunung harapan yang pernah kita tulis dalam diary kita. Tentang sebuah biduk yang mengarungi samudera dalam terpaan topan dan badai. Kita bisa, heh itukan optimisme yang selalu kau hembuskan.” Suaraku nyerocos tak karuan.

Tapi ingat apa yang kau lakukan??

“Perahu kecil kita ini baru saja berlayar. Baru ada riak-riak kecil disana, belum ada gelombang besar menerpa mengapa kau malah menyerah pergi.Tak cukupkah kau lihat optimisme di wajahku ini. Jika saat itu tanganku belum kuat, tak bisakah kau menunggu proses yang sedang kita lalui. Hampir semua orang melalui tahapan itu. Mengayuh biduk rumah tanga dengan terseok-seok, tapi toh mereka bisa sampai di puncak kebahagiaan. Sayang, Jika kau merasa aku nakoda yang buruk, peringatkanlah aku, luruskan jalanku, bukan malah mencari nakoda baru.” Nada suaraku semakin tak karuan. Kadang naik tinggi kadang parau dan terdengar samar-samar.

Suara lirihku kembali terdengar,..

“Kini enam tahun setelah kita berpisah., kembali kulihat wajahmu secara tak sengaja di facebook. Bersama suami dan anakmu. Dulu kau mati-matian bersumpah bahwa kau hanya berteman dengannya. Tak ada hubungan khusus antara dirimu dan dirinya. Ternyata kau memang menjalin cinta dengan lelaki sialan ini. Dusta yang selalu kau selubungi dengan air mata.”

“Kau pergi meninggalkanku hanya demi lelaki botak,pendek, gendut dan hitam ini? Sungguh aku merasa tersinggung sayang. Secara fisik aku yakin masih lebih baik darinya, kebaikan hati? Tanyalah pada hatimu yang paling dalam, limpahan kasih sayang yang kucurahkan selama ini. Tak cukupkah itu semua? mungkin tak cukup jika kau hitung secara materi”, air mataku turun dengan deras. Aku sesugukan menangisi dan meratapi nasib ku. Tangisku menyumbat jalan nafasku, dadaku terasa sesak, terbatuk-batuk, akupun menggeliat bangun.

Dingin pagi menyambutku, ku buka mata yang masih terasa sangat berat. Keringat dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhku. Mencoba memahami apa yang sedang terjadi, mengumpulkan semua nyawaku, hingga sepenuh nya tersadar.

******

Pak Mus, pengurus masjid dekat rumah sudah terdengar mengaji. Suaranya terdengar sangat nyaman di telinga, menenangkan hati siapapun yang mendengarnya. Lantunan ayat suci dipagi buta menjelang subuh seperti ini serasa sangat menyentuh hati. Teringat mimpi buruk yang baru saja aku alami, “Astagfirullah allazim, mungkinkah ada pikiran seperti itu dalam diriku. Disampingku, laptop tampak masih terbuka. Kutekan tombol enter, laptop pun menyala situs facebook ku tampak belum kututup dari tadi malam. Wajahmu masih tampak disana bersama seorang lelaki dan anak kecil

Hatiku memang tersakiti luar biasa tapi aku masih sangat waras dan Logika ku masih berjalan. Aku sudah memaafkan semua, membuang semua kenangan buruk dan hanya mengingat semua kebaikannya. Di Subuh yang hening ini,kupanjatkan selaksa doa untuk orang tuaku, diriku, saudaraku dan juga kamu, semoga Allah selalu melindungi dan melimpahkan segala rahmat Nya.

Teringat jutaan harapan yang pernah kita ucapkan dulu. Harapan yang kita ukir selangkah demi selangkah dalam eksotisnya Braga, ramainya Dago dan Rindangnya pohon waru di Dipati ukur. Kehangatan yang kita bina di Haur Mekar sampai Babakan Siliwangi. Buatku Tak mudah melupakan itu semua, entah untuk mu. Yang jelas jangan pernah lagi dustakan cinta…………..

Selasa, 20 September 2011



Selalu ada kenangan yang indah dan kadang menggelikan untuk dikenang setiap datang bulan ramadhan. Salah satu kenangan yang kuingat ketika Ramadhan adalah ketika kuliah di Bandung pada era 1990an. Pada saat itu musim panas yang panjang, siang sangat terik sedangkan malam dingin menusuk tulang. Dalam kondisi seperti ini rasanya malas kalau harus keluar cari makanan sahur. Setiap malam, sepulang tarawih aku sudah mempersiapkan makanan untuk sahur. Nasi sudah kumasak dalam rice cooker. Untuk lauknya aku beli sepotong daging ayam dan 2 potong tempe. Cukuplah untuk sekedar makan sahur.


Malam ini hujan turun rintik-rintik, menambah dingin cuaca disekitar tempat kos ku. Dering weker segera saja membangunkan ku. Jam menunjukan pukul 03.30 WIB, waktu yang kurasa pas untuk makan sahur. Piring kusiapkan, sepotong ayam goreng dan tempe aku taruh di atas meja. Nasi masih tampak mengepul dari rice cooker. Akupun bergegas membuka pintu kamar dan keluar untuk mencuci muka di kamar mandi. Pikiran segar, meski cuaca dingin sangat menusuk tulang. Kunyalakan radio dan segera bersiap untuk bersantap. Namun alangkah terkejutnya ketika kulihat diatas piring tinggal tersisa sepotong tempe. Celingukan kucari-cari kemana ayam goreng dan sepotong lagi tempe yang tadi aku taruh di piring. Akupun segera keluar kamar, dan kulihat sebuah pemandangan yang membuatku mendidih melihatnya.

Di sudut sebuah pohon yang rindang kulihat disana dua ekor kucing sedang asik makan sahur. Sepotong tempe dan ayam goreng yang tadi kubeli sudah tinggal tulang nya saja. Seolah mengejek ku dua ekor kucing tadi dengan asik masih saja menjilati tulang ayam tersebut. Akupun naik pitam, Kulempar dua ekor kucing itu dengan batu. Batu mengenai kaki salah seekor kucing. Amarah begitu memuncak dalam darahku. Sambil terpincang-pincang Kucing itupun berlarian melompat keatas genting, menjauh sambil memandangiku. Sumpah serapah pun keluar dari mulutku.

Jarak warung yang buka sahur sangat jauh dari tempat kos ku dan rasanya tidak akan cukup waktu untuk sampai kesana. Teman-teman kos sedang pulang kampung. Langit pun bersekongkol mengejekku, Hujan turun semakin deras. Dengan perasaan bercampur aduk antara marah dan sedih aku pun kembali lagi ke kamar kos. Kusendok sepiring nasi dan sepotong kecil tempe yang tersisa. Kutelan nasi hangat tersebut dengan emosi bercampur aduk dan mata berkaca-kaca. Teringat suasana sahur dirumah yang penuh dengan canda adik-adiku dan lauk pauk yang lengkap. Kalau saja tidak ada ujian semester ini tentu aku sudah ada dirumah.

Tak lama azan subuh pun bergema, kuambil air wudhu dan segera menunaikan sholat subuh. Air yang dingin menyurutkan amarahku. Puasa sudah berjalan dua minggu, tapi urusan mengendalikan amarah tampaknya belum sepenuhnya bisa kukuasai. Ku ucapkan istigfar beberapa kali, mungkinkah ini juga salah satu ujian dari Nya untuk ku yang sedang menjalankan puasa. Ternyata urusan mengendalikan amarah itu memang salah satu hal yang sulit.

Dipagi hari kulihat kucing tersebut di dekat tempat kos ku. Berjalan terpincang-pincang, dengan kaki belakang yang tampak terluka. Jika saja kucing itu mengerti betapa menyesal aku. Aku Cuma mau bilang, “Maafkan aku ya puss, tadi malam aku sangat marah padamu”.


Pernikahan sejatinya adalah menyatukan dua hati yang saling mencintai. Keikhlasan menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan. Berkomitmen untuk memulai kehidupan yang baru dengan semangat saling menghargai. Namun ada kalanya niat mulia tersebut terhalang oleh factor keluarga besar dari pasangan. Restu dari orang tua dan semua anggota keluarga tentu akan menjadikan sebuah perkawinan terasa lebih sempurna. Calon mantu akan di lihat dari Bibit, Bobot dan Bebet nya. Semua penilaian ini akan menjadi pertimbangan dari calon mertua, diterima tidaknya seorang calon mantu.

Penilaian seseorang layak atau tidak menjadi calon menantu ini kadang sampai menelisik masa lalu nya. Hal ini dialami salah seorang temanku ketika dia memutuskan untuk menikah. Calon istri yang akan dinikahinya berstatus janda beranak satu. Kontan saja seluruh keluarga besarnya menolak mentah-mentah. Dalam persepsi mereka, janda adalah seseorang yang sudah pasti tidak baik masa lalunya. Di zaman yang sudah maju seperti sekarang inipun, anggapan miring tentang kehidupan sosial seorang janda masih saja membelenggu pikiran kita.




Stigma negatif seorang janda

Dalam budaya patriarki yang dianut oleh masyakat kita, status janda adalah bentuk penyimpangan norma dari suatu system keluarga. Keluarga dipimpin oleh seorang lelaki sebagai pencari nafkah dan wanita yang mengurusi rumah dan anak-anak. Ketika seorang wanita menjadi janda maka bukan hanya beban ekonomi yang membebaninya, lebih berat lagi adalah beban sosialnya. Secara ekonomi, banyak wanita yang sudah mapan dan menghidupi kehidupan nya sendiri. Namun ketika mereka mampu secara finansialpun masyakat masih tidak mempercayai hal itu. Keberhasilan secara finansial selalu diembel-embeli dengan kecurigaan bagaimana uang itu diperoleh. Seorang janda apalagi bila usianya masih muda, memikul beban psikologis yang lebih berat lagi.

Di film-film maupun sinetron, janda seringkali digambarkan sebagai wanita pengganggu dan perusak rumah tangga orang, tukang morotin duit, dan perayu lelaki. Penggambaran peran seperti ini bisa saja punya andil dalam membentuk image seorang janda. Masih banyak orang yang memandang sinis keberhasilan yang di capai oleh seseorang berstatus janda.

Menjadi janda bukanlah pilihan, itu adalah takdir yang memang harus dijalani oleh seseorang. Kalau bisa memilih takdir, tentu mereka lebih bahagia bila hidup bersama pasangan. Hidup dalam suatu keluarga yang utuh, dipimpin oleh seorang lelaki sebagai kepala rumah tangga. Nasib mengantarkan mereka menjadi janda. Bercerai karena kematian maupun karena sebab-sebab yang lain. Posisi wanita yang bercerai tetap saja lemah dimata masyarakat. Kehancuran rumah tangga seringkali hanya dibebankan kepada kegagalan isteri mengelola rumah tangganya. Ketika suami jelas-jelas berselingkuhpun, kesalahan tetap dibebankan kepada istri yang tidak bisa melayani suami. Inilah system patriarki yang menempatkan laki-laki pada posisi terhormat di banding wanita.

Diskriminasi gender yang masih saja terjadi di masyarakat kita ini sudah seharusnya kita ubah. Zaman sudah maju, kesetaraan gender membuat siapapun bisa berhasil di bidangnya.Banyak wanita yang sukses dalam karir maupun dalam mendidik anak-anaknya meskipun berstatus single parent.

Setiap orang punya masa lalu yang belum tentu mereka kehendaki. Salah dan khilaf adalah takdir manusia sebagai mahluk yang tak sempurna. Yang terpenting bagaimana pribadi seseorang saat ini. Itu yang bisa menjadi pedoman kita dalam mencari pasangan. Janda berakhlak baik tentu sangat layak untuk dinikahi, begitu saranku kepada temanku ini. Selamat menempuh hidup baru kawan….

Senin, 19 September 2011



Pagi menjelang, matahari mulai bersinar terik. Cahayanya masuk melalui kisi-kisi jendela kamarku. Kulirik jam disudut sana, jam 06.00 tepat, hmm masih pagi untuk ukuran hari Minggu. Hari ini ingin rasanya leyeh-leyeh di rumah tanpa diganggu rutinitas harian. Kalau bukan karena kewajiban menyediakan sarapan buat suamiku enggan rasanya beranjak dari tempat tidur. Bang Jamal suamiku, hari ini masuk kantor karena harus menyelesaikan suatu pekerjaan.
Beringsut kedapur dengan rasa malas, kupanaskan air dan roti. Beberapa menit kemudian sarapan pun sudah siap dimeja. Kudengar suara air dari kamar mandi. “ Bang, sarapannya sudah aku siapkan diatas meja”, teriak ku. Akupun bergegas kembali ke kamar. Suara HP bang jamal terdengar berkali-kali,kulihat di layar,terpampang nama Dini. Teman bang Jamal yang satu ini lumayan ku kenal juga maka kuberanikan diri mengangkat telepon nya.
“Halo, Dini ya, bang jamal nya lagi mandi bentar lagi juga beres”.jawab ku.
“oh iya mbak maaf ganggu, Cuma mau ingetin bang jamal jangan sampai kesiangan, soalnya banyak yang harus di selesaikan, thanks ya, suara manja dari seberang sana menjawab.
Setelah berbasa-basi sejenak, Dini pun menutup teleponnya. Aku masih termangu disini, sambil memegang telepon. Tiba-tiba rasa cemburu begitu membuncah dalam dadaku. Suara manja serak-serak basah Dini memang terdengar sangat seksi. Jauh sekali dengan suaraku yang cempreng menyakitkan telinga.
“Dari siapa Ra”? Suara Bang jamal tiba-tiba mengagetkan ku
“Eh ehh dari Dini, katanya jangan sampai telat”, sahutku dengan gugup.
Tak lama Bang Jamal pun berangkat. Tak lupa dia mengecup keningku, “ pergi dulu ya Ra, serunya datar.
Suara motor Bang Jamal semakin menghilang dari pendengaran. Aku masih termangu-mangu di teras depan rumah.
Dini teman sekantor bang Jamal, Mereka sahabat yang sangat akrab sejak SMA, kemana-mana selalu berdua,sampai sekarang merekapun sekantor. Selain Dini ada juga sahabat karibnya yang lain bernama Mas Jefri, mereka sering kumpul-kumpul.
Kedekatan diantara mereka sering membuatku cemburu. Namun Bang Jamal selalu bisa meyakinkan hatiku bahwa tidak ada apa-apa diantara Dini dan dirinya. Hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik. Dini memang wanita yang cantik dan manja.Wanita manapun pasti akan cemburu melihatnya. Sifatnya yang ceria selalu membawa keriangan diantara sahabat-sahabatnya. Persahabatan mereka tampaknya memang benar-benar tulus.
Teringat perjumpaan awalku dengan Bang Jamal
Entah bagaimana aku bisa jatuh cinta dengan lelaki seperti Bang Jamal. Yang kutahu saat itu aku dikejar deadline oleh ibuku untuk segera menemukan jodohku karena adik ku akan segera menikah. Bang Jamal di kenalkan oleh seorang rekan di kantorku, yang tak lain adalah kakak iparnya. Rekomendasi dari temanku inilah yang akhirnya mempertemukan kami dalam tali pernikahan. Tingkahnya yang klamar-klemer macam perempuan sebenarnya bikin aku ilfil tapi sifatnya yang baik menutupi semua ketidaksempurnaan fisik yang ada padanya.Merasa diri bukan wanita cantik, akupun bisa menerima semua kekurangan yang ada pada dirinya.
Malam pertama kami lalui dengan luar biasa, malam kedua, malam ketiga sampai beberapa bulan kemudian. Bang Jamal tidak pernah lagi menjamahku. Perlahan tapi pasti kehangatan nya mulai berkurang. Di hari-hari berikutnya, selalu begitu, Bang Jamal tidak pernah mengambil inisiatif duluan. Selalu aku yang berperan. Dalam hati akupun sangat kecewa dengan nya namun, aku tetap ikhlas menjalaninya hingga hampir setahun ini.. Hati kecilku sebenarnya agak curiga dengan perangai nya ini. Aku yakin sekali ada hal yang disembunyikan dariku. Naluri seorang isteri pun segera muncul, suamiku tampaknya punya wanita idaman lain.Kadang dalam beberapa kesempatan aku mencoba menanyakan nya. Tapi Dia tidajk pernah memberi jawaban yang pasti. Malah terkesan menghindari topik itu.
Diluar urusan ranjang, kami berdua sebenarnya sangat bahagia menikmati hari-hari. Bang Jamal selalu punya cerita yang menarik untuk diceritakan sepulang kerja ataupun di waktu senggang kami.
Hingga pagi ini, tiba-tiba mataku dikejutkan oleh sesuatu yang menyembul dari keresek hitam yang ada di jaket suamiku. Jaket yang agak basah ini, kemarin di pakainya dan pagi ini aku bermaksud mencucinya. Kutarik bungkusan tersebut. Isinya 5 keping DVD bajakan dengan gambar yang membuat jantungku serasa copot.
“ Astagfirullah, kulihat gambar-gambar yang ada dalam sampul DVD tersebut. Melihatnya membuat perutku seketika mual. Namun rasa penasaran membuatku segera masuk kekamar. Kunyalakan DVD player dan kuputar cakram itu. Apa yang kusaksikan membuatku benar-benar muntah. Gambar yang ditampilkan adalah adegan-adegan percintaan lelaki dewasa. Jika percintaan nya antara lelaki dan wanita mungkin tidak akan membuatku semual ini. Yang kusaksikan adalah adegan-adegan percintaan diantara sesama lelaki. 5 keping CD dengan tema yang sama. Ku bongkar semua koleksi DVD di laci mejanya yang selalu terkunci rapat. Berpuluh-puluh keping film sejenis kutemukan di dalamnya.
Teringat kemudian kejadian-kejadian beberapa bulan ini yang membuatku semakin curiga. Di baju kerja nya kerap aku temukan bulu-bulu pendek dan agak tebal, yang kalau aku perhatikan tampak nya seperti kumis. Tapi suamiku kan tidak berkumis,darimana kumis itu berasal? Bagaimana kumis itu sampai menempel di bajunya? Bukan Cuma sekali ini aku menemukannya. Bau rokok yang menyengat juga kerap tercium dari bajunya padahal dia bukan seorang perokok. Ahh tapi asap rokok kan bisa saja menempel dari orang-orang disekitarnya yang perokok, tapi bagaimana dengan kumis itu?
Tiba-tiba teringat oleh ku wajah macho mas Jeffri dengan postur tubuh ynag tinggi besar dan kumis melintang. Tangan kekar nya yang selalu merangkul Bang Jamal ku ketika mereka berjalan beriringan.
Mendadak mataku berkunang-kunang, Tubuhkupun melunglai……………………………

Senin, 27 Juni 2011


Mentari sore yang menyorot tajam mengiringi langkah gontai seorang lelaki di sisi rel kereta api. Siluet senja menghadirkan bayang-bayang tajam tubuhnya. Menyinari rambut hitam yang sudah mulai di tumbuhi uban di sana sini. Tubuhnya tampak kotor berdebu, sudah dua hari tubuhnya tak tersentuh air.. Ketika langkah nya sudah serasa sangat berat, diapun duduk, merenung memikirkan guratan nasib yang harus dijalaninya. Kepedihan dan keputus asaan tampak pada sorot matanya yang sayu. Wajahnya tampak menua dalam beberapa tahun ini. Tak ada lagi gairah hidup pada bola matanya, kosong tak berseri. Tubuh hidup dengan jiwa yang sudah lama sekarat di dera penderitaan batin yang panjang.

Duduk diatas rumput yang mengering seperti jiwanya. Merenungi, kilas balik kehidupan yang dilaluinya yang muncul bagaikan potongan-potongan puzzle. Potongan-potongan kisah bahagia dan sedih yang bercampur aduk menjadi satu.

********

Tony, lelaki ganteng anak orang kaya yang terbiasa hidup enak sedari kecil. Apapun yang di inginkan nya akan di penuhi sang Ayah. Sampai suatu saat, serangan jantung merengut nyawa ayahnya. Padahal dua tahun lalu, baru saja ia di tinggal ibunya. Saat itu kematian sang ayah yang sebanarnya tidak terlalu dekat dengan dirinya pun serasa menyakitkan. Harta warisan ayah akhirnya di bagikan kepada 3 orang isteri dan 6 orang anak-anaknya. Kekayaan yang dimiliki ayah nya lumayan besar, sehingga ketika di bagikan pun tiap orang mendapatkan bagian yang cukup. Namun gaya hidup nya yang boros dan senang berfoya-foya membuat harta warisan nya segera saja menyusut.

Ketika menyadari itu, tony segera saja memutuskan untuk menikahi pacar nya. Harapan nya jika sudah menikah mudah-mudahan akan timbul kesadaran dalam dirinya untuk manjalani hidup dengan “normal” seperti layaknya orang-orang yang sudah berkeluarga.

Kebahagiaan begitu membuncah pada tahun-tahun awal perkawinan nya. Isteri yang rupawan, rumah mungil tipe 36 yang asri dan seorang anak perempuan cantik cukup sudah rasa kebahagiaan yang di dapat. Untuk kebutuhan sehari-hari, Tony menarik angkot yang di beli nya dari sisa uang warisan ayahnya. Selama itu, penghasilan nya sebagai supir dia anggap cukup menghidupi isteri dan anak nya.

Namun beberapa tahun belakangan ini, penghasilan dari angkot sudah tidak dapat di harapkan lagi. Penumpang semakin sepi karena banyaknya motor-motor kreditan. Para pekerja langganan nya saat ini sebagian besar sudah menggunakan sepeda motor untuk keperluan transportasi mereka. Jumlah penumnpang semakin sedikit sementara jumlah angkot semakin banyak saja. Penghasilan pun kian menurun. Sementara itu, gaya hidup isterinya semakin hari bukan nya semakin sederhana malah semakin glamour saja.

Mulailah babak baru dalam rumah tangga mereka. Pertengkaran-pertengakaran besar kerap mewarnai mahligai rumah tangga nya. Persoalan selalu berkutat pada masalah ekonomi. Penghasilannya sebagai supir angkot Cuma cukup buat makan sehari-hari saja. Kebutuhan-keutuhan lainnya yang sebenarnya tidak terlalu penting sudah tentu tidak dapat lagi dia berikan. Evi sang isteri mulai mengeluh kekurangan uang belanja.

Tahun-tahun berikutnya makian-makian dari sang isteri kerap terlontar dari bibir indahnya. Tony yang memang penyabar hanya menerima dengan diam. Diam, memang hanya itulah yang dapat dia lakukan. Tony terlalu lemah untuk menunjukan ketegasannya. Terlalu takut kehilangan isteri dan anaknya. Diam meskipun belakangan dia tahu perselingkuhan yang sering dilakukan oleh isterinya. Diam yang kemudian mengerogoti mental dan jiwa nya selama bertahun-tahun. Bertahan dari segala macam kezaliman yang dilakukan isterinya. Lelaki lemah ini Cuma berharap pada anak semata wayang nya yang mulai remaja. Bertahan dari terpaan gelombang demi seorang anak perempuan yang sangat di cintainya.

Namun semakin dewasa sang anak pun sudah semakin mirip dengan ibunya. Kecantikan wajahnya tidak di imbangi dengan kecantikan hatinya. Kata-kata kotor dan makian kerap mulai terdengar dari bibirnya. Tony hanya mengurut dada menerima perlakuan anaknya. Gaya hidup mewah dengan penampilan ABG khas jaman sekarang. Tidak mau tahu apakah bapaknya mampu atau tidak. Semua keinginannya harus dipenuhi. Jika tidak, bibirnya yang tipis itu akan memuntahkan kata-kata tajam yang sangat menyakitkan.

Malam ini, Sofi mulai merengek lagi minta di belikan blackberry, yang tentu saja tidak dapat dia penuhi. Sumpah serapah pun segera meluncur dari bibir anaknya. Tony yang memang dalam kondisi lelah setelah seharian menarik angkot, sudah hilang kesabarannya. Sebuah pukulan pun segera mendarat di wajah Sofi. Anaknya pun segera terjatuh sambil menangis meraung-raung. Isterinya yang terkejut segera datang dan mengusir nya dari rumah. “Pergi kau lelaki pecundang. Tidajk ada lagi yang bisa kuharapkan dari mu, pergi kau, pergi, aku sudah tak tahan ,kita bercerai”!!. Rumah itu memang dibeli atas nama isterinya, meskipun uang nya adalah uang miliknya. Selama ini isterinya merasa lebh berhak memiliki rumah itu.

Angkot kembali dia pacu dengan kecepatan tinggi. Tak tentu arah yang akan di tuju yang penting Menjauh meninggalkan bayang-bayang isteri dan anak. Baru berhenti setelah bensin di tangki mobilnya sudah kosong. Keluar dari mobilnya, diapun melangkah lunglai, menyusuri jalan-jalan yang ramai lalulalang kendaraan. Langkah kaki membawanya ke arah rel kereta api didaerah Depok.

*******

Di sore yang berdebu ini,kata-kata hinaan itu masih saja terngiang di telinga nya. Makian isterinya terasa sudah sangat biasa buat dirinya, tapi makian sofi, anak perempuan yang sangat di sayanginya serasa sangat menusuk hati dan perasaan nya. Hancur sudah semua benteng ketulian yang coba dia bangun untuk meredam semua kata-kata hinaan isterinya. “Apa kau tidak ingat nak, hari-hari indah yang pernah kita lalui bersama di masa-masa kecil mu. Betapa aku selalu memanjakan mu meskipun terkadang sulit”, demikian hati kecilnya berbisik.

Dada nya serasa sesak, suara-suara, bisikan, makian, bercampur manjadi satu. Matanya mulai berkunang-kunang, menatap nanar rangkaian kereta di ujung sana. Tiba-tiba sesosok tuibuh tampak di depannya, Menggapai-gapai kan tangan. Mamanya tampak di depan sana, memakai pakaian putih bersih, tersenyum manis padanya sambil melambaikan tangan nya. “ Tony, tony kemari nak, ayolah ikut mama, sudah cukup semua penderitaan mu, ayo kesini nak”!

Tony melangkah menghampiri sang mama.Terdengar teriakan-teriakan di belakang nya tapi ia tak menghiraukannya. Kakinya melangkah dengan mantap keatas rel.

Bayangan hitam, datang dengan tiba-tiba menghantam tubuhnya, semua orang berteriak. Hanya sesaat kekagetan itu datang pada dirinya, selanjutnya dia bisa memegang tangan sang mama. Perempuan tua itu memeluknya dengan hangat.

Dari sudut matanya dia lihat orang-orang berlarian menghampiri, sesaat kemudian potongan tubuh yang hancur tampak dikumpulkan di pinggir rel. Sebuah Koran menutupi tubuh yang bersimbah darah itu. Hilang sudah beban berat dalam dirinya. Semua terasa ringan dan tentram dalam bayang-bayang siluet senja yang mulai pudar.



*Sebuah kisah tentang seorang kawan, selamat jalan kawan, semoga kau tenang di alam sana
pernah di posting di kompasiana tanggal 26 Juni 2011

Sabtu, 11 Juni 2011


Kehadiran anak dalam suatu keluarga adalah suatu penyempurna kebahagiaan yang sangat didambakan oleh setiap pasangan. Anak laki-laki dan anak perempuan sama saja demikian orang banyak memberikan nasehat. Namun ada kalanya jenis kelamin merupakan dambaan lain dari lahirnya seorang anak. Ada anak laki-laki dan ada anak perempuan dianggap akan lebih menyempurnakan kebahagiaan yang diperoleh. Banyak pasangan suami isteri hanya dikaruniai anak laki-laki saja atau anak perempuan saja. Bahkan tak jarang pasangan suami isteri yang tidak di karuniai anak.

Bagi sebagian kalangan seperti keluarga-keluarga Raja tentu lebih mendambakan kelahiran anak-laki-laki. Di kekaisaran Jepang yang paternalistic anak laki-laki adalah syarat mutlak untuk dapat menerusksn tahta kerajaan. Masalah anak laki-laki atau perempuan bisa menjadi masalah besar di Negara seperti jepang ini. Hal ini terkait dengan undang-undang di kekaisaran Jepang yang mensyaratkan laki-laki untuk menjadi kaisar jepang.

Dapatkah manusia memanipulasi kelahiran sehingga sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan. Di dunia kedokteran sebenarnya ada teknik tertentu yang diharapkan dapat meningkatkan rasio kelahiran seorang anak dengan jenis kelamin yang di harapkan. Namun ini juga tidak menjamin kelahiran sesuai dengan keinginan, karena sesungguhnya semua masih rahasia dari Allah SWT.


Secara Medis

Secara medis sepertinya sudah sering di bahas dibeberapa forum dan blog. Secara umum berhubungan erat dengan kondisi asam basa pada vagina. Jika kondisi vagina asam maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan adalah perempuan, sedangkan dalam kondisi basa, kemungkinan nya anak lak-laki. Manipulasi keasaman dan kebasaan pada vagina dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.Dari mulai pemberian soda kue yang dicampur dengan air sampai dengan cuka. Jika penetrasi dilakukan dekat dengan servix dan vagina dalam kondisi basa,maka kemungkinan besar anak yang dihasilkan adalah anak laki-laki. Jika Jika ejakulasi dilakukan jauh dari servix dan vagina dalam kondisi asam, maka kemungkinan besar akan dihasilkan anak perempuan. Namun semua ini hanyalah teori berdasarkan karakteristik sperma dan vagina, tidak bisa di jadikan patokan. Kenyataannya secara praktek, teknik ini juga seringkali mengalami kegagalan.

SecaraTradisional

Di kampungku ada suatu tradisi unik jika kita ingin mempunyai anak sesuai keinginan kita. Hal ini di alami sendiri oleh ibuku beberapa tahun yang lalu. Tahun 1979, saat itu ibuku mempunyai empat orang anak yang semuanya laki-laki. Pada saat itu ibuku sedang hamil 3 bulan dan mendambakan kelahiran anak perempuan diantara empat anak laki-lakinya. Seorang tetua dikampungku menyarankan untuk mengadakan Tradisi Tukar Centong. Tradisi ini lazim di lakukan untuk orang-orang yang mendambakan kehadiran seorang anak sesuai denagn jenis kelamin yang diinginkan. Centong yang di gunakan dalah centong yang terbuat dari kayu bukan dari plastic seperti yang biasa di pakai saat ini.

Tradisi ini mempertemukan dua keluarga yang mendambakan anak dengan jenis kelamin yang berbeda. Ibuku mendambakan kelahiran anak perempuan sedangkan keluarga pak Dayat mendambakan kelahiran anak laki-laki. Ibuku mempunyai empat orang anak semuanya laki-laki. Pak Dayat mempunyai 5 orang anak yang semuanya perempuan. Bu ningsih isteri pak dayat saat itu juga hamil 3 bulan.

Di pertemukanlah dua keluarga ini. Pada hari yang ditentukan masing-masing keluarga membawa sebuah centong nasi yang terbuat dari kayu. Serangkaian doa-doa pun dipanjatkan kemudian dilakukan pertukaran centong seperti layaknya pertukaran MOU (Memorandum of understanding) antara dua pihak. Ibuku menerima centong yang terbuat dari kayu rambutan sedangkan bu ningsih memperoleh centong yang terbuat dari kayu nangka. Segala ritual rela mereka jalani demi untuk mendapatkan anak sesuai dengan jenis kelamin yang di inginkan. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan makan bersama.

Waktu pun terus berlalu, ibuku harap-harap cemas menanti kelahiran anak kelimanya. Akhirnya pada hari sabtu tanggal 23 September 1979, lahirlah adik ku, perempuan. Kebahagiaan saat itu begitu membuncah di dada ibuku. Lengkap sudah kebahagiaannya dalam berumah tangga. Lima anak, empat laki-laki dan ditutup oleh kelahiran anak perempuan yang di dambakan nya.

Lalu bagaimana dengan ibu nIngsih?

Amazing, Ibu ningsih melahirkan anak laki-laki yang sangat di tunggu-tunggunya.Kebahagiaan pun menaungi rumah keluarga ini. Lima orang anak perempuan dan ditutup dengan seorang anak laki-laki.Doa syukur pun segera di panjatkan oleh kedua keluarga ini.

Ritual tradisional ini memang sudah sejak lama ada dikampungku, namun keberhasilannya pun tidak bisa seratus persen. Entah kebetulan saja atau bukan, yang jelas ibuku sudah membuktikan bahwa ritual tukar centong ternyata mampu menjawab penantiannya selama ini. Sudah banyak pasangan yang tertolong dengan tradisi ini. Meskipun ada juga yang mengalami kegagalan.

Kini ritual tukar centong yang terbilang unik ini sudah lama tidak dilakukan. Saat ini banyak pasangan muda yang tidak terlalu mempersoalkan jenis kelamin anak nya, laki-laki atau perempuan sama saja. Sehingga tradisi inipun sudah semakin jarang dilakukan. Jumlah anak dalam satu keluarga pun semakin sedikit. Saat ini dalam satu keluarga paling ada 2 sampai 3 anak saja.

Cara apapun yang dilakukan oleh manusia dalam berihtiar, sejatinya hanya Allah SWT yang mempunyai kekuasaan untuk mementukan jenis kelamin tiap mahluk yang di lahirkan kebumi. Manusia hanya berusaha, Tuhan yang menentukan.



Keterangan :

Centong : Alat untuk menyendok Nasi, jaman dulu biasa terbuat dari kayu, namun saat ini lebih banyak yang terbuat dari plastik

pernah dimuat di Kompasiana tanggal 8 juni 2011
Bekerja di sektor formal ataupun pekerjaan “normal” adalah dambaan banyak orang di negeri ini. Kerja kantoran ataupun kerja sebagai buruh tetap di pabrik-pabrik tentu lebih menjamin kepastian penghasilan. Tidak semua orang dapat bekerja di sektor formal ini. Selain karena terbatasnya lowongan kerja yang ada, tentu berhubungan juga dengan kemampuan seseorang. Kemampuan dan kesempatan tentu dua hal yang dibutuhkan untuk masuk ke sector kerja formal. Orang-orang yang tidak dapat masuk ke sektor ini akhirnya memilih bidang-bidang pekerjaan informal ataupun pekerjaan formal yang dihindari. Pekerjaan informal adalah pekerjaan-pekerjaan yang memang dapat dilakukan sendiri, sesuai dengan keinginan dan kemampuan diri. Ada juga pekerjaan formal yang memang di hindari karena kurang nya keberanian diri atau terasa kurang bergengsi. Diantara bidang pekerjaan ini ada beberapa pekerjaan yang bagi orang lain terasa aneh dan unik. Beberapa pekerjaan itu adalah ;

1. Perias Mayat

Tugasnya mendandani dan merapikan mayat, sebelum masuk ke peti. Mayat di mandikan dengan bersih, di pakaikan jas dan dasi untuk yang laki-laki, dan gaun untuk yang wanita. Wajah mayat di rias seperti akan menghadiri pesta. Untuk mayat-mayat yang rusak kadang kala harus di jahit dulu supaya terlihat tidak terlalu hancur. Profesi ini tentu saja menuntut keberanian yang tinggi dari pelakunya. Mereka biasanya bekerja di Rumah-rumah Duka dan rumah-rumah sakit yang menyediakan jasa perias mayat.

2. Pembuat Aksesories Pemakaman

Kematian sejatinya aalah terpisahnya roh dan raga. Di etnis Cina,mereka percaya adanya kehidupan di alam lain setelah kematian. Untuk itu roh perlu dibekali oleh barang-barang yang akan mereka gunakan di alam kubur sana. Diantara nya adalah Uang-uangan, Rumah-rumahan, pelayan, Mobil-mobilan, alat-alat rumah tangga seperti Televisi, Kulkas, Parabola, DVD player dan lain-lain. Semua keperluan ini di buat dari kertas dengan warna-warna yang indah dan meyerupai aslinya. Diperlukan kemampuan yang tinggi untuk membuat semua aksesoris pendukung pemakaman ini.

3. Pawang Hujan

Hujan yang turun akan membuat semua rencana acara pernikahan bisa terganggu. Untuk itu diperlukan orang yang sanggup menangkal datang nya hujan. Pawang Hujan adalah solusinya. Terlepas dari beanr atau tidaknya kesaktian mereka, nyatanya pawang hujan hampir selalu ada di acara-acara keramaian di negeri kita. Perlengkapan yang digunakan bisa bermacam-macam, dari mulai keris pusaka,tumbak, segenggam garam, terkadang bumbu dapur pun diikutsertakan. Metode dan mantra dari tiap pawang belum tentu sama. Soal turun atau tidaknya hujan tergantung nasib si empunya hajat. Seringkali pawang pun tak sanggup menahan laju hujan yang akan turun. Reputasi pawang akan naik bila memang hujan tidak jadi turun. Reputasi yang naik tentu saja akan di ikuti dengan naiknya tarif karena dianggap tinggi kesaktiannya.


pawang hujan



4. Tukang Jamu Khusus Hewan

Masuk angin, perut kembung, tidak nafsu makan dan badan pegal-pegal ternyata bukan monopoli manusia saja. Hewan-hewan ternak pun mengalaminya. Peluang ini yang di tangkap oleh para penjual jamu khusus hewan. Sepintas campuran jamu yang dibuat mirip dengan janu-jamu untuk manusia. Ternyata jamu juga efektif digunakan untuk mengobati sakit pada hewan-hewan ternak ini.

5. Tukang Pijat Sapi

Otot-otot yang kecetit, terkilir atau pegal-pegal sehabis bekerja keras seharusnya memang di pijat. Di dunia hewan, mereka juga mengharapkan pijatan. Di Yogyakarta, profesi sebagai pemijat Sapi ternyata lumayan laku. Diperlukan kemampuan khusus dalam bidang pijat sapi. Pengetahuan mengenai teknik pijat sampai tingkah laku sapi sangat dibutuhkan untuk menjalani profesi ini.

6. Penampung Sperma

Sapi-sapi di balai inseminasi buatan seperti yang ada di Lembang, Bandung merupakan sapi-sapi pilihan yang memang ditujukan untuk di tampung sperma (semen) nya. Disana ada karyawan yang khusus menampung sperma sapi. Petama-tama sapi akan di bawa ke tanah lapang kemudian di dekatkan ke dummy (hewan pemancing). Ketika sapi sudah naik kedua kakinya dan penis nya sudah keluar, maka petugas akan menarik dan memasukannya kedalam artificial vagina (AV). Sperma yang tertampung di botol yang ada didasar AV akan di bawa ke lab untuk diperiksa kualitasnya. Sperma yang memenuhi syarat akan diencerkan kemudian dimasukan kedalam straw. Straw ini kemudian dibekukan dan diedarkan keseluruh wilayah Indonesia.Keberanian menghadapi sapi yang berukuran besar, fisik yang prima dan pengetahuan mengenai tingkah laku sapi di butuhkan dalam bidang pekerjaan ini.


penampung sperma sapi




7. Inseminator

Petugas yang biasanya bekerja di dinas peternakan ini bertugas untuk mengawini sapi-sapi betina yang berahi. Berahi pada sapi betina hanya berlangsung 16-23 jam jam saja, Ketika peternak melaporkan kondisi sapi betina nya yang berahi, petugas akan segera datang ke lokasi. Sapi betina yang dinyatakan birahi bila sudah menujukan tanda 3B dalam bahasa sunda (Bereum,Bareuh, Baseuh) didaerah jawa disebut 3 A (Abang,Abuh,Anget). atau merah, bengkak dan basah bagian vagina nya. Bila vagina sapi sudah menunjukan kondisi ini, sapi akan segera di karantina. Petugas akan memasukan sperma sapi kedalam Gun Insemination. Setelah itu satu tangan dimasukan melalui anus untuk memegang cervix sedangkan tangan lainnya akan memasukan gun inseminasion yang berbentuk seperti suntikan besar. Melalui suntikan inilah sperma sapi yang telah dienerkan masuk kedalam tubuh betina. Setelah selesai, sapi betina akan terus di pantau sampai dinyatakan positif hamil. Petugas inseminator merupakan petugas terlatih dengan Surat Izin Menginseminsai (SIM) yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan.

Gambar Inseminasi Sapi







Sumber gambar dari google